slot depo 10k slot depo 10k
Bandung Rayabecakkabupaten bandungsenjatenagausia

Di Usia Senja, Endor Kini Nikmati Hidup Tanpa Mengayuh Becak dengan Kekuatan Penuh

Di usia 65 tahun, Endor Sukirman menghadapi tantangan yang cukup berat dalam kehidupannya. Sebagai pengayuh becak, ia terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Setiap harinya, ia menjelajahi jalanan dengan harapan dapat menarik penumpang yang membutuhkan jasanya. Namun, realitas yang dihadapinya tidak selalu menyenangkan.

Pekerjaan yang Tidak Pasti

Selama 15 tahun terakhir, Endor mengandalkan becak sebagai sumber penghidupannya. Dalam waktu yang cukup lama ini, ia telah merasakan betapa tidak menentunya penghasilan yang ia dapatkan. Meskipun becak merupakan tumpuan hidupnya, penghasilan yang diperolehnya kerap kali tidak dapat diandalkan.

“Saat ini, terkadang saya tidak mendapatkan satu penumpang pun dalam sehari. Jika beruntung, sekali narik saya hanya mendapatkan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu,” ungkapnya pada Senin, 14 September 2026.

Bagi Endor, jumlah tersebut jelas tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sering kali, ia pulang ke rumah tanpa membawa hasil, dan situasi ini membuatnya merasa tertekan.

“Jika dibicarakan, pasti terasa sedih. Kadang saya dapat orderan, kadang tidak. Tapi mau bagaimana lagi, saya harus tetap mengayuh becak karena tidak ada sumber pendapatan lain,” keluhnya.

Keberuntungan Memiliki Becak Sendiri

Satu hal yang membuat Endor sedikit beruntung adalah ia memiliki becaknya sendiri. Dengan demikian, ia tidak perlu memikirkan setoran kepada pemilik becak lain. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi dirinya dalam situasi yang sulit seperti ini.

“Kalau harus menyewa becak, itu akan sangat sulit dalam keadaan seperti sekarang. Jika saya mendapatkan orderan, syukurlah. Namun, jika tidak, bagaimana saya bisa membayar sewa?” jelasnya.

Tantangan di Era Modern

Menjadi pengayuh becak di zaman sekarang bukanlah hal yang mudah. Kehadiran layanan ojek online dan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di masyarakat membuat jumlah penumpang becak semakin menurun. Hal ini semakin memperburuk kondisi para pengayuh becak seperti Endor.

“Sekarang, dengan banyaknya ojek online dan orang-orang yang memiliki motor pribadi, penumpang becak semakin jarang,” ujarnya.

Becak Listrik: Sebuah Harapan Baru

Dalam situasi yang penuh tantangan ini, bantuan berupa becak listrik menjadi harapan baru bagi Endor. Ia adalah salah satu dari 260 penerima manfaat becak listrik yang diserahkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung Moh Toha, Soreang, pada 12 September 2026.

Bagi Endor, bantuan ini sangat berarti, terutama di usianya yang semakin uzur. Becak listrik membuat pekerjaannya yang selama ini mengandalkan tenaga fisik menjadi terasa lebih ringan.

“Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan becak ini. Terutama karena saya sudah lanjut usia,” ungkapnya penuh syukur.

Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Endor juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan kepada para pengayuh becak. Menurutnya, dukungan ini sangat membantu dalam mengurangi beban fisiknya.

“Saya bersyukur karena Presiden Prabowo memperhatikan kami, para tukang becak. Sekarang, narik becak jadi tidak terlalu berat dan terasa lebih mudah,” tambahnya.

Perubahan dalam Hidup Endor

Becak listrik yang diterima Endor bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol harapan dan perubahan dalam hidupnya. Dengan kemudahan yang ditawarkan, ia bisa lebih fokus pada hal-hal lain dalam hidupnya, seperti menjaga kesehatan dan menikmati waktu bersama keluarga.

Saat ini, Endor merasa lebih optimis meskipun tantangan masih ada. Dengan bantuan ini, ia berharap dapat meningkatkan penghasilannya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih baik.

Kesempatan dan Tantangan di Masa Depan

Di tengah perubahan zaman yang cepat, Endor menyadari bahwa ia perlu beradaptasi. Meskipun becak listrik membantunya, ia tetap harus berjuang untuk mendapatkan penumpang. Endor berharap ada lebih banyak dukungan bagi pengayuh becak lainnya agar bisa merasakan manfaat yang sama.

“Saya ingin semua pengayuh becak bisa merasakan bantuan seperti ini. Kami juga butuh perhatian dan dukungan agar tidak semakin terpuruk,” harapnya.

  • Menciptakan peluang kerja untuk pengayuh becak.
  • Memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.
  • Memperluas akses terhadap bantuan sosial.
  • Mendorong masyarakat untuk lebih menghargai jasa pengayuh becak.
  • Menjalin kerjasama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dalam perjalanan hidupnya yang penuh liku, Endor Sukirman menunjukkan keteguhan dan semangat juang yang patut dicontoh. Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, ia tetap berusaha untuk menjalani hidup tanpa mengayuh becak dengan semangat dan harapan baru. Dengan dukungan yang tepat, tidak ada yang tidak mungkin bagi Endor dan rekan-rekannya yang juga berjuang di jalur yang sama.

➡️ Baca Juga: Strategi Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap dalam Menghadapi Kemarau Panjang yang Efektif

➡️ Baca Juga: Daewoong Luncurkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’ Resmi Disetujui BPOM Indonesia

Related Articles

Back to top button