Tim SAR Lanjutkan Pencarian di Perairan Kalimantan Tengah Usai Temuan Empat Korban KM Virgo

Dalam upaya menemukan korban KM Virgo Transport 8, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus memperkuat operasi mereka di perairan Kalimantan Tengah. Setelah penemuan empat jasad pada Rabu (30/9), tim ini membagi anggotanya menjadi dua kelompok untuk melakukan penyisiran lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemungkinan menemukan lebih banyak korban di lokasi yang luas dan menantang.
Pembagian Tim untuk Penyisiran yang Efektif
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah tim gabungan berhasil menemukan empat jasad pada hari ke-18 operasi pencarian. Penemuan ini terjadi di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, dan Sungai Teruntum, Kabupaten Seruyan.
“Kami akan melanjutkan pencarian pada pagi hari berikutnya. Sepuluh personel akan dibagi menjadi dua tim dan akan menyisir ke arah kanan dan kiri dari lokasi penemuan. Kami sangat berharap akan ada hasil positif dari penyisiran ini,” ungkap Putu dalam konferensi pers yang diadakan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada malam hari yang sama.
Status Korban yang Ditemukan
Dengan penemuan empat jasad tersebut, total korban KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan kini mencapai 22 orang. Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, tim SAR juga berhasil menemukan 18 korban lainnya. Proses pencarian ini menunjukkan betapa besar dampak dari kecelakaan tersebut dan betapa pentingnya upaya kolaboratif dalam mencari mereka yang hilang.
Pentingnya Kerja Sama Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Kantor SAR Palangka Raya, Polair, TNI AL, dan masyarakat lokal, akan bermalam di lokasi penemuan. Hal ini dilakukan karena kondisi malam hari yang tidak memungkinkan untuk perjalanan kembali. Keberadaan tim di lokasi akan memastikan kelancaran proses pencarian dan evakuasi selanjutnya.
Proses Evakuasi yang Terencana
Setelah penyisiran selesai, rencananya empat jasad tersebut akan dievakuasi menggunakan perahu karet dari sungai menuju muara Sungai Teruntum. Selanjutnya, jasad akan dipindahkan ke Rigid Inflatable Boat (RIB) sebelum ditarik menuju Kumai. Proses ini direncanakan dengan cermat untuk memastikan keselamatan dan kecepatan dalam evakuasi.
- Evakuasi menggunakan rubber boat dari sungai ke muara.
- Transfer jasad ke RIB sebelum menuju Kumai.
- Pengangkutan dari Kumai ke Pangkalan Bun.
- Pengiriman ke Bandara Pangkalan Bun untuk evakuasi udara.
- Proses disesuaikan dengan kecepatan evakuasi dari lokasi penemuan.
Estimasi Waktu Evakuasi
Putu menambahkan bahwa jika proses evakuasi dari Sungai Teruntum dapat dilakukan dengan cepat, diharapkan keempat jasad tersebut dapat tiba di Banjarmasin pada Kamis (1/10). Namun, jika ada keterlambatan hingga sore hari, kemungkinan sebagian jasad harus dievakuasi keesokan harinya.
“Jika rencana ini tidak berjalan sesuai harapan dan jasad tiba di bandara pada sore hari, kemungkinan tidak akan ada evakuasi untuk tiga jasad. Namun, satu jasad masih bisa dievakuasi besok,” katanya menambahkan.
Penyesuaian Rencana Evakuasi
Putu menjelaskan bahwa rencana evakuasi akan selalu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ada kemungkinan bahwa semua jasad dapat dievakuasi pada Sabtu pagi jika proses pengangkutan dari Sungai Teruntum ke Bandara Pangkalan Bun tidak dapat dilakukan sesuai rencana pada hari Kamis.
Kondisi Operasi Pencarian Saat Ini
Hingga hari ke-18 operasi pencarian yang dilakukan pada Rabu, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi bahwa sebanyak 186 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 78 orang sudah dipastikan meninggal dunia. Sayangnya, masih ada 57 korban yang sedang dalam proses pencarian dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Keberhasilan operasi pencarian ini sangat bergantung pada kerja sama semua pihak yang terlibat. Tim SAR gabungan dan masyarakat lokal terus berusaha sekuat tenaga, mengandalkan pengalaman dan pengetahuan lokal mereka untuk mencapai hasil yang terbaik. Ini adalah situasi yang sangat menantang dan emosional, tetapi tim tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik demi para korban dan keluarga mereka.
Harapan untuk Penemuan Selanjutnya
Dengan kondisi yang terus berubah, tim SAR berharap dapat menemukan lebih banyak korban dalam waktu dekat. Setiap penemuan baru sangat berarti bagi keluarga yang menunggu dengan harapan dan doa. Proses pencarian akan terus berlangsung, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi demi menyelamatkan nyawa.
Keberanian para anggota tim SAR, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat, patut diapresiasi. Mereka berjuang tidak hanya melawan tantangan fisik di lapangan, tetapi juga menghadapi beban emosional yang datang dengan kehilangan. Dalam situasi yang sulit ini, harapan tetap ada, dan upaya pencarian akan terus berlanjut hingga semua korban ditemukan.
Seluruh pihak terlibat akan terus berkoordinasi untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Dengan harapan yang tak pernah padam, tim SAR tetap berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik bagi semua yang terlibat dalam tragedi ini.
➡️ Baca Juga: Strategi Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap dalam Menghadapi Kemarau Panjang yang Efektif
➡️ Baca Juga: Tiongkok dan Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang AI dan Maritim untuk Inovasi Teknologi




