Mahasiswa Terjun di Tiga Kelurahan Yogyakarta untuk Layani Lansia dengan Program Jogja Sapa Lansia

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Yogyakarta, sebanyak 81 mahasiswa dari tiga universitas terkemuka telah dikerahkan untuk berpartisipasi dalam program “Jogja Sapa Lansia” Batch 2 pada tahun 2026. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada lansia melalui kunjungan langsung ke rumah mereka di tiga kelurahan yang berbeda, yang akan berlangsung hingga akhir bulan November. Inisiatif ini tidak hanya memberi manfaat bagi lansia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari.
Program Pendampingan untuk Lansia
Jogja Sapa Lansia berfokus pada 63 lansia yang tersebar di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Gunungketur dengan delapan orang, Kelurahan Prawirodirjan sebanyak 17 orang, dan Kelurahan Panembahan dengan jumlah terbanyak yaitu 38 orang. Program ini dirancang untuk memberikan perhatian khusus kepada lansia yang membutuhkan dukungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Persiapan Mahasiswa Sebelum Terjun ke Lapangan
Para mahasiswa yang terlibat dalam program ini menghadiri sesi pembekalan di Balai Kota Yogyakarta pada tanggal 5 Oktober 2026. Indrawati, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan yang diperlukan dalam melakukan pendampingan kepada lansia.
“Setiap mahasiswa diharapkan melakukan minimal enam kali kunjungan. Waktu pelaksanaan kunjungan akan disesuaikan dengan jadwal masing-masing mahasiswa,” imbuhnya saat memberikan pembekalan.
Universitas yang Terlibat dalam Program Ini
Mahasiswa yang ambil bagian dalam program ini berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni 56 orang dari STIKES Bethesda Yakkum, sembilan orang dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan 16 orang dari Universitas Kristen Duta Wacana. Kolaborasi antara perguruan tinggi ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan peran akademisi dalam mendukung masyarakat, khususnya lansia.
Pentingnya Koordinasi di Lapangan
Selama pelaksanaan program, mahasiswa akan berkolaborasi dengan pihak kelurahan serta Komisi Lansia di setiap wilayah. Interaksi mereka tidak hanya terbatas pada lansia, tetapi juga mencakup caregiver atau anggota keluarga yang telah memberikan dukungan kepada lansia selama ini. Ini penting untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh lansia.
Keterampilan Komunikasi yang Diperlukan
Indrawati menekankan bahwa materi pembekalan mencakup aspek teknis perawatan, tetapi juga sangat penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi. Mahasiswa perlu belajar bagaimana berinteraksi dengan lansia dan membangun kepercayaan, terutama ketika mereka berhadapan dengan orang-orang yang sebelumnya belum mereka kenal.
“Mereka harus tahu bagaimana cara memperkenalkan diri, beradaptasi, serta membangun hubungan yang baik. Hal ini penting untuk bisa mendengarkan keluh kesah lansia dan membantu caregiver dalam merawat mereka,” jelasnya.
Aspek Pendampingan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa mencakup berbagai aspek kebutuhan sehari-hari lansia. Beberapa hal yang akan mereka bantu antara lain:
- Memberikan pemahaman kepada caregiver tentang cara menjaga kebersihan lansia.
- Membantu mengubah posisi tubuh lansia yang mengalami bedrest.
- Memberikan bantuan dalam memandikan lansia dengan cara yang benar.
- Menangani situasi ketika lansia kesulitan atau enggan mengonsumsi obat.
- Mendampingi lansia dalam menjalani kegiatan sehari-hari yang mungkin sulit bagi mereka.
Peran Perguruan Tinggi dalam Program Ini
Keterlibatan perguruan tinggi dalam program Jogja Sapa Lansia menjadi salah satu pilar kekuatan pelaksanaan kegiatan ini. Pemerintah Kota Yogyakarta berperan sebagai fasilitator bersama perangkat daerah lainnya, sementara mahasiswa menjadi garda terdepan dalam mendampingi lansia, berkolaborasi dengan kelurahan, Komisi Lansia, dan komunitas.
“Kami berharap semakin banyak perguruan tinggi yang berpartisipasi. Fakultas kedokteran, keperawatan, fisioterapi, psikologi, dan bidang lainnya sangat diharapkan untuk bergabung dalam inisiatif ini,” tambah Indrawati.
Kolaborasi Pentahelix untuk Kesejahteraan Lansia
Jogja Sapa Lansia merupakan contoh nyata kolaborasi pentahelix, yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kesejahteraan lansia. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama perkuliahan dalam konteks yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah laboratorium sosial bagi mahasiswa. Mereka akan berhadapan dengan lansia yang memiliki beragam kondisi, sehingga apa yang mereka pelajari di kampus dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkap Indrawati.
Pengalaman Mahasiswa dalam Program Ini
Salah satu peserta dari program ini, Angelin Intan Maharani, seorang mahasiswa fisioterapi semester tiga dari STIKES Bethesda Yakkum, menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam Jogja Sapa Lansia adalah bagian dari komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia merasa bangga dapat berkontribusi langsung dalam mendampingi lansia dan belajar dari pengalaman tersebut.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas kuliah, tetapi juga kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Lansia dan Mahasiswa
Program Jogja Sapa Lansia tidak hanya bermanfaat bagi lansia, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam proses pendampingan ini, mahasiswa belajar untuk:
- Meningkatkan keterampilan interpersonal dan komunikasi.
- Memahami kondisi sosial dan emosional lansia.
- Belajar cara menghadapi tantangan dalam merawat orang yang lebih tua.
- Membangun empati dan kepedulian terhadap orang lain.
- Mengembangkan kemampuan untuk bekerja dalam tim dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Kesimpulan Program yang Berkelanjutan
Dengan adanya program Jogja Sapa Lansia, diharapkan akan terjalin hubungan yang lebih baik antara mahasiswa dan lansia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan bagi orang tua. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masalah yang dihadapi lansia dapat teratasi dengan baik, dan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang sesungguhnya setelah lulus nanti.
Inisiatif seperti ini tidak hanya membantu lansia, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Program Jogja Sapa Lansia adalah langkah positif menuju masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera, terutama bagi kelompok lansia yang sering kali terabaikan.
➡️ Baca Juga: Cek Status Desil Bansos 2026 dengan NIK KTP untuk Mendapatkan Bantuan Tepat Sasaran
➡️ Baca Juga: Penguasaan Influencer Marketing Mampu Meningkatkan Branding untuk Produk Baru secara Signifikan




