Telkom Hub Raih Net Zero Emisi dengan 66 Lokasi PoP Menggunakan 21% Energi Terbarukan

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya dekarbonisasi yang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai operasional rendah karbon dan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Langkah-langkah ini diimplementasikan melalui serangkaian inisiatif yang berfokus pada efisiensi energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, elektrifikasi, serta penggunaan instrumen pasar seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK). Inisiatif ini didukung oleh PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI), yang berperan sebagai konsultan dalam bidang energi baru terbarukan dan efisiensi energi.
Pencapaian dalam Pengelolaan Emisi
Penyerahan REC dan SPE GRK menjadi bukti nyata atas keberhasilan Telkom dalam pengelolaan emisi Cakupan 1 dan 2 serta peningkatan penggunaan energi bersih di area The Telkom Hub. Ini juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan Rencana Transisi Iklim TelkomGroup yang diluncurkan pada tahun 2025, sebagai langkah strategis dalam mencapai operasional yang lebih rendah karbon.
Pernyataan dari Pihak Telkom
Dalam sambutannya, VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menekankan, “Telkom berkomitmen untuk mendukung pencapaian net zero emission dengan melaksanakan Rencana Transisi Iklim secara bertahap dan terukur. Pencapaian The Telkom Hub sebagai kawasan net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2 merupakan langkah penting yang menunjukkan bahwa dekarbonisasi bisa diterapkan secara nyata dalam operasional. Kami akan terus memperkuat langkah-langkah ini untuk mewujudkan operasional Telkom yang semakin rendah karbon di tingkat grup.”
Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT), Suratman, juga menambahkan, “Kami sangat bangga atas diperolehnya sertifikat REC dan SPE GRK. Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan efisiensi sepanjang waktu. Saat ini, kami sedang menerapkan modul teknologi Building Management System dan telah melakukan beberapa asesmen energi, termasuk pada aspek teknis dan perangkat, serta optimalisasi penggunaan energi.”
Rencana Jangka Panjang untuk Dekarbonisasi
TelkomGroup telah merumuskan Rencana Transisi Iklim yang menetapkan jalur penurunan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 secara bertahap, dengan target penurunan sebesar 20% pada tahun 2030, 40% pada tahun 2040, dan 70% pada tahun 2050, sebelum mencapai 100% pada tahun 2060. Untuk mendukung realisasi rencana tersebut, TelkomGroup telah mengidentifikasi enam pilar utama dalam dekarbonisasi, yang meliputi:
- Efisiensi energi
- Elektrifikasi
- Pemanfaatan energi terbarukan
- Instrumen berbasis pasar
- Pengelolaan emisi yang komprehensif
Strategi ini dirancang dengan mempertimbangkan profil emisi TelkomGroup yang didominasi oleh penggunaan listrik, perkembangan agenda transisi energi, dan kebutuhan untuk menjaga keandalan layanan.
Upaya Berkelanjutan dalam Keberlanjutan
Langkah-langkah ini juga menjadi bagian dari inisiatif GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet, yang berfungsi sebagai kerangka program Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini bertujuan untuk mendorong berbagai inisiatif yang menjaga keberlanjutan lingkungan.
Inisiatif Energi Terbarukan di The Telkom Hub
Di area The Telkom Hub, transisi energi telah dilakukan melalui berbagai inisiatif pemanfaatan sumber energi terbarukan. Berdasarkan Sustainability Report Telkom tahun 2025, tercatat sebanyak 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) telah beroperasi di kawasan tersebut. Pemanfaatan energi surya ini diprediksi dapat menghemat konsumsi listrik gedung Telkom Landmark Tower sebesar 20.235,6 kWh per tahun.
Pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC)
Selain pemanfaatan energi terbarukan secara langsung, Telkom juga memanfaatkan REC sebagai instrumen berbasis pasar untuk mendukung pengelolaan emisi Cakupan 2. Sebanyak 45.407 REC dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah diakuisisi oleh Telkom dan perusahaan operasional PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), yang berpotensi menurunkan emisi sebesar 42.425,7 ton CO₂e.
Penggunaan REC menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan TelkomGroup dalam mencapai target NZE, khususnya dalam pengurangan emisi GRK Cakupan 2 berbasis pasar. Ini memungkinkan perusahaan untuk mendukung penggunaan energi terbarukan sekaligus meningkatkan transparansi dan keterlacakan atribut energi terbarukan dalam pengelolaan emisi listrik.
Menuju Operasional yang Lebih Rendah Karbon
Melalui serangkaian inisiatif ini, The Telkom Hub berhasil meraih status net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2. Pencapaian ini merupakan langkah penting dalam perjalanan Telkom untuk mewujudkan operasional yang lebih rendah karbon dan menerapkan Rencana Transisi Iklim secara nyata.
Pernyataan dari EMI
Henri Firdaus, Direktur Utama EMI, menjelaskan, “Seiring meningkatnya kebutuhan energi, efisiensi dan optimalisasi energi menjadi semakin krusial. Tujuan efisiensi energi bukan hanya untuk mengurangi penggunaan energi, tetapi juga untuk mengoptimalkan energi yang ada agar dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kami berharap untuk terus menjadi mitra berkelanjutan bagi Telkom, termasuk dalam mendukung pengelolaan dan offset emisi dari berbagai kegiatan dengan cakupan Scope 1 hingga Scope 3. Pengelolaan emisi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada gas buang, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi.”
➡️ Baca Juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Putri KW Siap Berkompetisi dengan Kekuatan Penuh
➡️ Baca Juga: Haaland Tetap Dominan! Persaingan Top Skor Liga Inggris Semakin Ketat dengan Thiago Mengintai




