Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan Urutannya yang Perlu Diketahui

Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, memiliki makna yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Peringatan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara. Pada tahun 2026, peringatan tersebut akan jatuh pada hari Kamis, dan akan diselenggarakan upacara di berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah, serta institusi pendidikan. Untuk memastikan kelancaran dan keseragaman, pedoman penyelenggaraan upacara telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendetail mengenai susunan upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan urutannya yang perlu diperhatikan.
Susunan Upacara Tingkat Pusat
Upacara tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, di Monumen Pancasila Sakti yang terletak di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dalam upacara ini, Presiden Republik Indonesia akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Secara keseluruhan, acara ini dibagi menjadi empat tahap: persiapan, pendahuluan, pokok, dan penutup.
Acara Persiapan
Di tahap ini, pasukan upacara akan berkumpul di lokasi persiapan. Berikut adalah urutan acara persiapan:
- Tiupan terompet pertama untuk menandakan dimulainya persiapan.
- Tiupan terompet kedua sebagai tanda bahwa pasukan upacara siap untuk memasuki lokasi.
- Pasukan upacara mulai memasuki tempat upacara.
- Komandan Upacara memasuki lokasi dan mengambil alih pimpinan.
Acara Pendahuluan
Setelah persiapan, acara pendahuluan diawali dengan persembahan lagu-lagu oleh paduan suara. Berikut adalah urutan acara pendahuluan:
- Kedatangan Wakil Presiden RI beserta Ibu Selvi Ananda di lokasi.
- Kedatangan Presiden RI di Monumen Pancasila Sakti.
- Persembahan lagu selesai.
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara.
- Salam kebangsaan sebagai tanda penghormatan.
Acara Pokok
Di bagian ini, acara pokok dimulai dengan penghormatan kebesaran. Berikut adalah urutannya:
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.
- Penghormatan kebesaran.
- Mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara.
- Persiapan untuk pembacaan teks Pancasila.
- Pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPD RI.
- Pembacaan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua MPR RI.
- Pembacaan dan penandatanganan ikrar oleh Ketua DPR RI.
- Pembacaan doa oleh Menteri Agama RI.
- Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.
- Penghormatan kebesaran.
Acara Penutup
Setelah acara pokok, upacara ditutup dengan beberapa rangkaian kegiatan berikut:
- Salam kebangsaan sebagai tanda perpisahan.
- Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara.
- Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara.
- Persembahan lagu-lagu oleh tim paduan suara.
- Upacara selesai dan Komandan Upacara membubarkan pasukan.
- Presiden dan Wakil Presiden RI melakukan peninjauan di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya.
Susunan Upacara di Instansi dan Pemerintah Daerah
Bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta instansi lainnya, upacara akan diadakan secara luring di kantor masing-masing mulai pukul 08.00 waktu setempat. Meskipun skala upacara berbeda, urutan acara pokoknya tetap konsisten. Berikut adalah susunan acara yang perlu diperhatikan:
- Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara.
- Laporan Komandan Upacara bahwa upacara siap dimulai.
- Mengheningkan cipta untuk menghormati nilai-nilai Pancasila.
- Pembacaan teks Pancasila sebagai dasar negara.
- Pembacaan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Pembacaan naskah ikrar sebagai komitmen bersama.
- Pembacaan naskah doa untuk memohon keberkahan.
- Laporan Komandan Upacara bahwa upacara telah selesai.
- Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara.
- Upacara dinyatakan selesai.
Susunan Upacara di Sekolah
Di tingkat pendidikan, upacara juga akan dilaksanakan secara luring di masing-masing sekolah dengan Kepala Satuan Pendidikan sebagai Pembina Upacara. Berikut adalah urutan acara yang akan dilakukan:
- Penghormatan kepada Pembina Upacara sebagai tanda rasa hormat.
- Laporan pemimpin upacara kepada Pembina.
- Mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.
- Pembacaan Pancasila untuk mempertegas identitas bangsa.
- Pembacaan Pembukaan UUD 1945 sebagai landasan hukum negara.
- Pembacaan ikrar sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila.
- Pembacaan doa sebagai penutup acara.
- Andhika Bhayangkari, jika diperlukan.
- Laporan akhir oleh pemimpin upacara.
- Penghormatan kepada Pembina Upacara.
- Penutupan upacara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah momen penting yang tidak hanya dirayakan di tingkat nasional, tetapi juga di semua lapisan masyarakat. Dengan adanya pedoman dan susunan acara yang jelas, diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi secara aktif dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
➡️ Baca Juga: Berita Olahraga Terkini: Soroti Kebangkitan Tim Musim Ini Hari Ini
➡️ Baca Juga: Fasilitas Posko Mudik BAZNAS Jabar yang Memanjakan Pemudik Secara Gratis dan Lengkap




