slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Sulbar Dalam Krisis Internet: 30,25 Persen Desa Terkena Blank Spot

Masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) saat ini menghadapi tantangan serius dalam hal akses internet. Menurut laporan terbaru dari Wakil Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, sekitar 30,25 persen desa di wilayah ini masih terjebak dalam kondisi “blank spot” dengan sinyal yang sangat lemah. Selain itu, sebanyak 38,67 persen fasilitas layanan publik di daerah ini belum terhubung dengan internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesenjangan dalam konektivitas digital masih menjadi masalah besar yang perlu segera ditangani.

Pentingnya Konektivitas Digital

Suraidah menegaskan bahwa isu konektivitas sangat berkaitan dengan kemampuan pemerintah untuk memberikan layanan publik yang merata, khususnya di daerah terpencil. Dalam acara Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM) yang berlangsung di Pasangkayu, ia menyatakan, “Data ini membuktikan bahwa masalah konektivitas erat hubungannya dengan pelayanan publik yang seharusnya menjangkau semua lapisan masyarakat.”

Di era digital saat ini, internet tidak lagi dianggap sebagai barang mewah. Ia berperan sebagai infrastruktur vital yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang, mulai dari pendidikan, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga akses terhadap pemerintahan. Oleh karena itu, persoalan jaringan harus dipandang sebagai isu keadilan pembangunan, bukan sekadar masalah ketersediaan sinyal.

Upaya Mengatasi Blank Spot

Pemerintah Provinsi Sulbar, menurut Suraidah, berkomitmen untuk mengatasi masalah infrastruktur jaringan ini dan terus meminta dukungan dari pemerintah pusat. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui kolaborasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI) Komdigi. “Kami akan terus mendorong agar masalah blank spot di daerah dapat diatasi secara bertahap,” tambahnya.

Namun, Suraidah juga mengingatkan bahwa kemajuan dalam teknologi informasi membawa tantangan baru, seperti meningkatnya penyebaran hoaks. Oleh karena itu, peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sangat penting. Ia mendorong KIM untuk tidak hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai penggerak literasi digital yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Kesetaraan Dalam Akses Digital

Tugas bersama saat ini bukan hanya memastikan bahwa warga mendapatkan sinyal yang memadai, tetapi juga menjamin bahwa seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Konektivitas digital diharapkan dapat terhubung dengan layanan publik, akses pasar, pengetahuan, dan peluang kesejahteraan.

Program Edukasi Digital

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Kominfopers) Kabupaten Pasangkayu, Zulfikar, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Senter KIM di daerahnya. Ia menekankan bahwa program edukasi digital ini bertujuan untuk membekali masyarakat di tingkat akar rumput agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat.

Zulfikar menegaskan bahwa digitalisasi adalah fenomena yang tidak dapat dihindari, melainkan harus dihadapi dengan bijak. “Melalui program ini, diharapkan KIM dapat berperan penting sebagai motor penggerak literasi digital di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Pentingnya Pembekalan Teknis

Agar peran tersebut dapat dimaksimalkan, Zulfikar menekankan pentingnya pembekalan teknis bagi anggota komunitas, khususnya dalam membuat konten kreatif. Hal ini bertujuan agar informasi mengenai program pemerintah dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga pemahaman yang memadai tentang manfaat dari program-program tersebut.

  • Peningkatan akses internet di desa-desa yang terisolasi.
  • Kerja sama dengan pemerintah pusat untuk dukungan infrastruktur.
  • Pembekalan literasi digital bagi masyarakat.
  • Penyebaran informasi yang akurat untuk melawan hoaks.
  • Pembekalan teknis untuk anggota KIM agar lebih efektif.

Tantangan yang dihadapi oleh Sulawesi Barat dalam hal konektivitas internet adalah masalah yang kompleks, namun bukan tidak mungkin untuk diatasi. Dengan upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kesenjangan akses internet bisa diminimalisir. Setiap desa harus memiliki akses yang memadai, bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan kemajuan teknologi yang sedang berlangsung.

➡️ Baca Juga: Kobexindo Serahkan Unit Shacman Hybrid Dump Truck pada Acara Customer Days

➡️ Baca Juga: Andrew Jung Cetak Brace, Persib Bandung Rayakan Kemenangan Atas Persik

Related Articles

Back to top button