Pemkab Sumedang Tingkatkan Produksi Padi Melalui Optimalisasi Irigasi Tersier

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berkomitmen untuk meningkatkan produksi padi melalui optimalisasi irigasi tersier. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan kekeringan yang berpotensi berkepanjangan. Upaya ini menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap sektor pertanian yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian lokal.
Optimalisasi Jaringan Irigasi Tersier
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menyatakan bahwa penguatan jaringan irigasi tersier menjadi bagian penting dari strategi mitigasi pemerintah. Dengan adanya langkah ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat terjaga, terutama pada musim tanam ketiga dan keempat. Tono mengungkapkan bahwa data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah ini berpotensi mengalami kekeringan yang signifikan.
Langkah Mitigasi Kekeringan
“Untuk masa tanam ketiga dan keempat, kami menyadari bahwa akan ada tantangan besar terkait kekeringan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya untuk memitigasi dampak ini dengan memperbaiki dan membangun jaringan irigasi yang mengalami kerusakan,” kata Tono. Rehabilitasi irigasi menjadi prioritas utama untuk memastikan air tetap tersedia bagi lahan pertanian.
Target Rehabilitasi Irigasi
Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, pada tahun 2026, target rehabilitasi dan pemeliharaan mencapai 32 unit jaringan irigasi usaha tani. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengairan lahan pertanian yang sangat vital. Hingga triwulan pertama, sudah delapan unit yang berhasil direalisasikan, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya ini.
Dampak Kekeringan Terhadap Produksi Padi
Tono menekankan pentingnya penguatan jaringan irigasi di tengah kondisi kekeringan yang mulai dirasakan di beberapa wilayah pertanian. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada indikasi penurunan produksi padi, angka penurunan tersebut masih dalam proyeksi dan perlu pendataan lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
- Beberapa lokasi mengalami penurunan produksi antara 10 hingga 25 persen.
- Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan angka pastinya.
- Daerah Sari Mekar dan Tanjungkerta adalah yang paling terdampak.
- Kekeringan berdampak langsung pada produktivitas pertanian.
- Pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi jangka panjang.
Pengembangan Irigasi Perpompaan
Selain memperbaiki jaringan irigasi tersier, DKPP Sumedang juga fokus pada pengembangan irigasi perpompaan serta eksplorasi sumber air potensial berskala kecil. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian, khususnya di daerah yang rawan kekeringan.
Kewenangan dan Tanggung Jawab
Tono menjelaskan bahwa pengelolaan irigasi merupakan tanggung jawab Dinas Pertanian. Ini mencakup pengelolaan jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, serta dam parit yang berskala kecil. Sementara itu, untuk proyek irigasi berskala besar menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.
Peran Penyuluh Pertanian
Upaya optimalisasi irigasi ini melibatkan peran aktif penyuluh pertanian. Mereka berfungsi sebagai verifikator yang mengidentifikasi kebutuhan di lapangan serta mengusulkan rencana penanganan jaringan irigasi kepada Kementerian Pertanian. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berdasarkan data dan kebutuhan aktual petani.
Surplus Pangan di Sumedang
Meskipun ada potensi penurunan produksi di beberapa daerah, kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang secara umum tetap surplus. Produksi padi diperkirakan mencapai sekitar 294 ribu ton pada tahun 2025, sedangkan kebutuhan konsumsi hanya sekitar 103 ribu ton. Ini berarti ada surplus yang signifikan, yakni sekitar 191 ribu ton, yang dapat menjadi cadangan dalam menghadapi kemungkinan krisis.
Stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah
Stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Sumedang saat ini tercatat sekitar 319 ton. Ketersediaan stok ini merupakan modal penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Dengan langkah-langkah perbaikan irigasi, diharapkan ketahanan pangan akan semakin kuat, terutama di tengah ancaman kekeringan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Komitmen Terhadap Ketahanan Pangan
Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi padi di Sumedang mencerminkan kepedulian terhadap sektor pertanian. Dengan memperkuat irigasi dan meningkatkan akses air, diharapkan petani dapat terus berproduksi, bahkan di saat cuaca tidak mendukung. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang terencana dan kolaboratif, diharapkan kondisi pertanian di Kabupaten Sumedang dapat terus berkembang, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, petani, dan masyarakat, sangat penting dalam mencapai tujuan ini. Melalui optimasi irigasi tersier, Pemkab Sumedang berupaya memastikan masa depan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Kemajuan Freelance untuk Konsistensi Kerja yang Optimal
➡️ Baca Juga: Program Magang Nasional 2026: Siapkan Diri dengan Kuota 150 Ribu Peserta yang Dibuka




