slot depo 10k slot depo 10k
Teknologi

Game Engine Berbasis AI Siap Tantang Dominasi Unity dan Unreal di Industri Game

Jakarta – Dominasi Unity dan Unreal dalam industri pengembangan game telah berlangsung cukup lama, dengan kedua platform tersebut menyuplai sekitar 70 persen game yang tersedia di Steam pada tahun 2025. Meskipun Godot menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa perusahaan besar masih mengandalkan game engine buatan mereka sendiri seperti RE Engine dari Capcom, kini muncul inovator baru yang berambisi untuk menantang status quo tersebut. Tiga veteran industri, Arjan Brussee, Sjoerd De Jong, dan Michal Valient, yang merupakan pendiri Immens, melihat peluang untuk memperkenalkan game engine yang tidak hanya baru, tetapi juga mampu memperbaiki cara pengembangan game dilakukan.

Peluang Baru dalam Pengembangan Game

Brussee, De Jong, dan Valient memiliki latar belakang yang kuat dalam industri game, dengan pengalaman di berbagai perusahaan ternama seperti Epic Games, Guerrilla Games, dan Apple. Menurut Brussee, perkembangan teknologi pemrograman yang didukung oleh AI memberikan kesempatan untuk menciptakan game engine yang lebih inovatif. “Dengan bantuan pemrograman yang didukung AI, kita mungkin bisa mulai membangun lagi dari awal,” ujar Brussee. Ia percaya bahwa dengan pengendalian dan arahan yang tepat, teknologi ini dapat mempercepat proses pengembangan sistem dengan fungsionalitas yang lengkap.

Inovasi Melalui AI

Chief Technology Officer Immens, Michal Valient, menjelaskan bahwa pendekatan mereka terhadap AI dalam pengembangan game engine berbeda dari tren yang ada saat ini, yang sering kali hanya berfokus pada penggunaan prompt untuk menghasilkan konten. AI yang diterapkan di Immens dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pengembang. Dengan basis kode yang mampu memahami beragam data, baik tim kecil maupun pengembang individu dapat menambahkan fitur sesuai kebutuhan mereka.

  • Mendukung pengembangan sistem khusus.
  • Meningkatkan efisiensi dalam pengembangan game.
  • Memfasilitasi integrasi dengan software lain.
  • Mempercepat proses inovasi di industri game.
  • Memberikan kontrol lebih dalam pengembangan.

Valient menekankan bahwa AI di Immens bertujuan untuk membangun engine dengan cara yang sangat dapat diperluas. Ini memungkinkan pengembang untuk menciptakan sistem yang lebih sesuai dengan visi mereka tanpa hanya mengandalkan scripting yang ada. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pengguna untuk memanfaatkan AI dengan lebih efektif dan memperluas kapabilitas engine dengan cepat.

Menjawab Tantangan di Industri Game

Immens didorong oleh tantangan yang dihadapi industri game saat ini, yang menurut Brussee berada dalam fase yang cukup sulit. Ia menggambarkan kondisi ini sebagai “rough,” di mana biaya pengembangan game semakin meningkat, sehingga diperlukan pendekatan baru untuk meningkatkan efisiensi. Industri mengharapkan pengembang dapat menciptakan game dengan lebih sedikit sumber daya, waktu yang lebih singkat, dan anggaran yang lebih terbatas.

Standardisasi vs. Inovasi

Sjoerd De Jong, Chief Product Officer Immens, berpendapat bahwa industri game engine saat ini telah mengalami proses standardisasi dan konsolidasi. Meskipun hal ini memberikan fondasi yang kuat, De Jong mencatat bahwa saat ini dibutuhkan inovasi, bukan sekadar standarisasi. “Kami mendorong untuk adanya cara yang berbeda dalam pengembangan game,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa banyak game engine saat ini memiliki pendekatan yang monolitik, di mana pengembang harus beradaptasi dengan perangkat lunak, format file, dan alur kerja yang sudah ada.

Fleksibilitas sebagai Prioritas

Fleksibilitas adalah salah satu pilar utama yang diusung oleh Immens. Pengembang tidak akan terpaksa mengikuti alur kerja tertentu, melainkan dapat menentukan sendiri bagaimana mereka ingin bekerja, termasuk sejauh mana mereka ingin memanfaatkan AI dalam proses pengembangan. “Anda benar-benar dapat membuat alur kerja yang sesuai dengan apa yang ingin Anda lakukan,” kata Valient. Hal ini memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menyesuaikan alat yang mereka gunakan sesuai dengan kebutuhan spesifik proyek mereka.

Interoperabilitas dengan Software Lain

Immens juga dirancang untuk menggunakan standar terbuka, yang memungkinkan interaksi dengan perangkat lunak lain yang umum digunakan dalam pengembangan game. Dengan demikian, pengguna dapat menghubungkan software seperti Blender dan Maya ke dalam ekosistem Immens. “Jika Anda ingin menggunakan sesuatu seperti Blender atau Maya, Anda bisa langsung menghubungkannya,” ungkap Valient. Pendekatan ini memungkinkan berbagai software untuk saling berkomunikasi dengan lebih efektif melalui standar terbuka yang telah ditetapkan.

Proof of Concept dan Harapan Masa Depan

Saat ini, Immens sedang mengembangkan proof of concept yang akan memamerkan alur pengeditan menggunakan generative AI. Demo ini direncanakan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Meskipun saat ini perusahaan terdiri dari tiga pendiri dan sejumlah “helpers”, mereka telah mendapatkan komitmen awal untuk pendanaan. Namun, Immens belum mengungkapkan rincian investasi atau target dana yang ingin mereka kumpulkan.

Dengan demikian, Immens berharap teknologi yang mereka kembangkan dapat mendorong industri game menuju inovasi yang lebih besar. Para pendiri memiliki visi untuk melihat lebih banyak kreativitas, pengambilan risiko, dan inovasi dalam game yang diciptakan menggunakan teknologi baru ini. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada pengguna, Immens berambisi untuk menjadi kekuatan baru dalam dunia game yang semakin berkembang.

➡️ Baca Juga: Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN: BKN Dukung Efisiensi Presiden untuk Kinerja Optimal

➡️ Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Bukber di Samarinda yang Nyaman dan Menu Variatif

Related Articles

Back to top button