Festival Kaligrafi Internasional Gontor: Peserta ASEAN Berpartisipasi Aktif

Ponogoro – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo menggelar Festival Kaligrafi Internasional yang menarik perhatian ratusan peserta dari Indonesia dan negara-negara ASEAN. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun berdirinya pondok, sekaligus berfungsi sebagai platform untuk melestarikan seni kaligrafi Islam di tingkat internasional.
Tujuan dan Makna Festival Kaligrafi
Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, Khairul Umam, menyatakan bahwa festival ini menjadi ajang bertemu bagi kaligrafer dari berbagai belahan dunia, khususnya dari Indonesia dan negara-negara ASEAN. Dalam kesempatan ini, mereka dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta perspektif terkait seni kaligrafi.
Tema dan Waktu Pelaksanaan
Festival yang mengusung tema “Menulis Peradaban, Merawat Warisan, Menuju Abad Kedua Gontor” berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 September 2026, di kompleks PMDG, yang terletak di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur.
Peserta dan Kompetisi
Festival ini diikuti oleh 279 kaligrafer yang berkompetisi dalam tiga kategori lomba. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap seni kaligrafi.
Acara Pendukung
Selain kompetisi kaligrafi, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain seperti workshop, pameran, dan sesi berbagi pengalaman dengan kaligrafer baik dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan para peserta.
Workshop yang Mengedukasi
Workshop yang diadakan selama festival ini diikuti oleh sekitar 350 peserta. Materi yang diajarkan mencakup berbagai teknik dan seni, mulai dari pembuatan Kertas Daluang Gontor, seni tazhib, hingga kaligrafi klasik Thuluth Jali dan seni Ebru.
Makna Spiritual dan Sosial
Khairul Umam menekankan bahwa festival ini merupakan ungkapan syukur atas perjalanan satu abad Gontor. Selain itu, acara ini juga berfungsi untuk memperkuat peran pesantren dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Islam melalui seni visual.
Melestarikan Tradisi Kaligrafi
Festival ini menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali tradisi kaligrafi klasik, serta memperkuat jejaring antara kaligrafer lintas generasi dan negara. Keberhasilan acara ini juga diharapkan dapat memicu minat generasi muda terhadap seni kaligrafi.
Pentingnya Pendidikan Kaligrafi
Didin Sirojuddin Abdul Razaq, seorang maestro kaligrafi nasional, mengungkapkan bahwa Gontor telah lama menjadikan kaligrafi sebagai bagian integral dari kurikulumnya. Beliau menambahkan bahwa kaligrafi tidak hanya mengajarkan keindahan, tetapi juga membentuk karakter seperti kesabaran, ketekunan, dan kreativitas.
Perkembangan Kaligrafi di Indonesia
Menurut Didin, Festival Kaligrafi Internasional di Gontor menjadi simbol penting bagi perkembangan kaligrafi di Indonesia. Acara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan seni kaligrafi yang terus berlanjut dan berkembang di tanah air.
Apresiasi Masyarakat terhadap Seni Kaligrafi
Syaiful Adnan, maestro kaligrafi lainnya, menilai bahwa festival ini merupakan salah satu ajang kaligrafi terbesar di Indonesia. Ia percaya bahwa acara ini dapat membantu memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni kaligrafi Islam.
Pameran Karya Kaligrafi
Selama festival berlangsung, panitia juga mengadakan pameran karya kaligrafi. Target pengunjung untuk pameran ini adalah setidaknya 3.000 orang, yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap seni kaligrafi.
Harapan untuk Generasi Mendatang
Melalui festival ini, Gontor berharap dapat melahirkan generasi baru kaligrafer yang berdedikasi. Selain itu, diharapkan Indonesia dapat semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat perkembangan seni kaligrafi Islam di kawasan Asia Tenggara.
Mendorong Kerjasama Internasional
Festival Kaligrafi Internasional di Gontor tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan kesempatan untuk membangun kerjasama internasional di bidang seni. Hal ini sangat penting untuk memperkaya tradisi dan teknik kaligrafi yang ada.
Kesempatan untuk Berbagi Ilmu
Acara ini mempertemukan berbagai kaligrafer dari latar belakang berbeda, yang saling berbagi ilmu dan pengalaman. Dengan demikian, festival ini tidak hanya mengedukasi peserta, tetapi juga menciptakan ikatan yang kuat di antara para penggiat seni kaligrafi.
Kesimpulan Festival Kaligrafi Internasional Gontor
Festival Kaligrafi Internasional Gontor menjadi momen penting bagi perkembangan seni kaligrafi di Indonesia dan ASEAN. Dengan melibatkan banyak kaligrafer dari berbagai negara, festival ini berpotensi untuk menjadi ajang tahunan yang memperkuat posisi Indonesia dalam dunia seni kaligrafi.
Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih erat antar negara di kawasan, sekaligus melestarikan dan mengembangkan seni kaligrafi yang sudah menjadi bagian dari warisan budaya Islam. Gontor, dengan komitmennya, akan terus menjadi pelopor dalam memajukan seni kaligrafi di tingkat internasional.
➡️ Baca Juga: Jepang dan Korsel Berinvestasi Rp570 Triliun untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
➡️ Baca Juga: KPK Panggil Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji




