Vivo telah resmi meluncurkan dua model terbaru dalam seri X500, yaitu Vivo X500 Pro dan Vivo X500 Pro Max. Kedua smartphone ini menonjol sebagai perangkat pertama yang mengadopsi chipset MediaTek Dimensity 9600 Pro, yang berbasis fabrikasi 2nm. Walaupun keduanya menggunakan chipset yang sama, terdapat perbedaan signifikan dalam aspek layar, kamera telefoto, serta kapasitas baterai. Dengan pendekatan inovatif, Vivo tidak hanya membedakan kedua perangkat ini melalui ukuran fisik, tetapi juga menawarkan kemampuan fotografi dan konfigurasi hardware yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengguna di setiap segmen pasar.
Desain dan Layar
Vivo X500 Pro hadir dengan layar berukuran 6,36 inci, menggunakan panel Q11 yang dikembangkan bersama BOE. Layar ini mengusung teknologi LTPO 8T dengan refresh rate adaptif hingga 144Hz. Keunggulan lainnya termasuk tingkat kecerahan minimum 1 nit, dukungan Dolby Vision, dan HDR10+. Inovasi pada layar ini juga mencakup circular polarization 2.0 serta sertifikasi SGS low blue light, yang menunjukkan bahwa Vivo X500 Pro tidak hanya fokus pada refresh rate yang tinggi tetapi juga pada kenyamanan mata pengguna.
Sementara itu, Vivo X500 Pro Max menawarkan layar yang lebih besar, yaitu 6,85 inci dengan panel Q11. Teknologi yang diterapkan pada layar ini, yang disebut sebagai Q11 2K Zeiss Master Color Screen, dirancang untuk menjaga konsistensi warna dengan strategi auto-brightness yang cerdas, memastikan pengalaman visual yang optimal di berbagai kondisi pencahayaan.
Spesifikasi Kamera
Kamera menjadi salah satu aspek utama yang membedakan kedua model ini. Vivo X500 Pro dilengkapi dengan kamera utama 50MP yang menggunakan sensor BlueTouch 900, yang diklaim sebagai sensor pertama dengan rentang dinamis hingga 17EV. Ini sangat berguna dalam situasi pencahayaan yang ekstrem, seperti saat mengambil foto di bawah sinar matahari terbenam. Selain itu, kamera ini memiliki teknologi VCS 4.0, Zeiss T* coating, dan deep-absorption blue glass untuk meningkatkan kualitas gambar.
Untuk telefoto, Vivo mengandalkan sensor 64MP Sony LYTIA 610 dengan focal length 85mm. Tidak ketinggalan, kamera ultrawide 50MP Samsung JN5 dan kamera selfie 50MP Samsung JN1 turut melengkapi perangkat ini, menjadikannya pilihan menarik bagi penggemar fotografi.
Di sisi lain, Vivo X500 Pro Max memiliki keunggulan pada sektor kamera telefoto. Model ini dilengkapi dengan kamera periskop 200MP Zeiss APO super telephoto yang menggunakan sensor BluePrint x Samsung HP0. Dengan ukuran sensor 1/1,4 inci, kamera ini mendukung 4x ISZ lossless zoom pada level perangkat keras, serta dilengkapi dengan teknologi untuk memastikan fokus yang stabil saat zooming, termasuk optical telephoto tracking dan NICE algorithm engine.
Kapasitas Baterai
Perbedaan lainnya antara kedua model terletak pada kapasitas baterainya. Vivo X500 Pro memiliki baterai berkapasitas 6.510 mAh, sedangkan X500 Pro Max memiliki kapasitas yang lebih besar, yaitu 8.000 mAh. Keduanya mendukung pengisian daya kabel 90W dan wireless charging 40W. Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, Vivo X500 Pro Max menawarkan durasi pemakaian yang lebih lama, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk pengguna yang aktif.
Performa dan Chipset
Kedua model Vivo X500 ini ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9600 Pro, sebuah chipset yang menawarkan desain CPU 2+3+3 all-big-core dengan cache 34,5MB. Chipset ini merupakan SoC mobile pertama yang mendukung memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0. Menurut klaim MediaTek, performa single-core chipset ini meningkat hingga 17% dan multi-core hingga 15% dibandingkan generasi sebelumnya, dengan pengurangan konsumsi daya multi-core pada performa puncak hingga 61%.
Dalam hal AI, NPU 1090 yang terintegrasi mendukung model mixture-of-experts dengan kapasitas hingga 30 miliar parameter yang dapat diproses langsung di perangkat. Vivo memanfaatkan kemampuan ini untuk fitur-fitur seperti one-click highlight editing yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengedit foto.
Harga dan Ketersediaan
Di pasar Tiongkok, harga Vivo X500 Pro dimulai dari 6.499 yuan untuk varian 12GB+256GB. Varian dengan kapasitas lebih besar, yaitu 12GB+512GB, dibanderol seharga 7.499 yuan, sementara model 12GB+1TB mencapai 8.499 yuan. Untuk Vivo X500 Pro Max, harga awalnya adalah 6.999 yuan untuk model 12GB+256GB. Varian 12GB+512GB dijual dengan harga 7.999 yuan, 16GB+512GB seharga 8.499 yuan, dan 12GB+1TB mencapai 8.999 yuan. Terdapat juga Creator’s Package dengan 16GB+1TB dan komunikasi satelit seharga 12.999 yuan.
Jika kita konversikan harga tersebut ke dalam Rupiah, menggunakan kurs transaksi Bank Indonesia pada 22 September 2026, harga Vivo X500 Pro 12GB+256GB setara dengan sekitar Rp17,29 juta, sedangkan untuk varian 12GB+512GB sekitar Rp19,95 juta. Untuk model 12GB+1TB, harganya mencapai Rp22,61 juta. Sementara itu, untuk Vivo X500 Pro Max, harganya mulai dari Rp18,62 juta untuk model 12GB+256GB hingga Rp23,94 juta untuk varian 12GB+1TB. Creator’s Package dapat mencapai sekitar Rp34,58 juta.
Perlu diingat bahwa angka-angka ini merupakan konversi dari harga di Tiongkok dan belum mencerminkan harga resmi di Indonesia. Vivo juga belum mengumumkan harga atau jadwal peluncuran untuk pasar global dari seri X500 Pro.
Kesimpulan
Seri Vivo X500 Pro menawarkan inovasi yang menarik di sektor smartphone dengan spesifikasi yang mengesankan, terutama dalam hal performa, kemampuan kamera, dan daya tahan baterai. Baik Vivo X500 Pro maupun Pro Max masing-masing memiliki keunggulan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda, menjadikannya pilihan menarik di pasar smartphone saat ini.
➡️ Baca Juga: Komentar JP Morgan Mengenai APBN 2027 dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia
➡️ Baca Juga: Jumlah RPTRA di Jakarta Mencapai 324, Menjadi Pusat Interaksi Sosial dan Edukasi Warga
