UNIFIL Laksanakan Upacara Penghormatan Terakhir untuk Praka Rico Pramudia di Lebanon

Jakarta – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, atau UNIFIL, melangsungkan upacara penghormatan terakhir untuk Praka Rico Pramudia, yang telah meninggal dunia setelah sebulan menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialaminya akibat serangan yang dilakukan oleh Israel pada 29 Maret 2026. Momen yang penuh rasa haru ini menjadi pengingat akan pengorbanan dan dedikasi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
Upacara Penghormatan di Beirut
Upacara penghormatan terakhir diadakan di Beirut pada hari Minggu, 26 April, dan dipimpin langsung oleh Ketua Misi dan Panglima UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang menunjukkan solidaritas dan penghargaan terhadap jasa Praka Rico.
Pernyataan Panglima UNIFIL
“Anda telah memberikan segala yang Anda miliki demi perdamaian di wilayah ini. Untuk itu, kami memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya,” ujar Mayjen Abagnara berdasarkan rilis resmi UNIFIL yang diterima pada Senin, 27 April. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar kontribusi Praka Rico dalam menjaga stabilitas dan ketentraman di Lebanon selatan.
Peran Praka Rico dalam Misi Perdamaian
Selama bertugas di bawah panji PBB, Praka Rico melaksanakan tugas yang mulia untuk mewujudkan perdamaian di Lebanon selatan. Sebagai seorang tentara dan penjaga perdamaian, dedikasi dan keberaniannya akan selalu dikenang oleh rekan-rekannya di UNIFIL.
Komitmen Terhadap Tugas
“Sebagai tentara, kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan Anda. Kami akan senantiasa siap, bersatu, dan waspada,” tegas Panglima UNIFIL dalam upacara tersebut, menegaskan bahwa semangat Praka Rico akan terus hidup dalam diri mereka yang meneruskan misi ini.
Peserta Upacara Penghormatan
Acara penghormatan ini tidak hanya dihadiri oleh anggota UNIFIL, tetapi juga oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon, Brigjen Maroun Azzi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan kerjasama internasional dalam menjaga perdamaian.
Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional
UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang dikeluarkan pada tahun 2006, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Serangan semacam ini perlu diselidiki secara menyeluruh.
- Serangan terhadap personel UNIFIL harus diusut tuntas.
- Pelaku yang bertanggung jawab harus dihadapkan pada hukum yang berlaku.
- Pentingnya perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian harus ditekankan.
- Komitmen UNIFIL untuk menjaga perdamaian tetap kuat.
- Solidaritas internasional dalam misi ini sangat dibutuhkan.
Tragedi yang Menimpa Praka Rico
Praka Rico Pramudia meninggal dunia pada hari Jumat, 24 April, setelah dirawat selama hampir sebulan akibat luka-luka yang didapatnya dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret. Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa proyektil tersebut kemungkinan besar ditembakkan dari tank Merkava milik Israel.
Keluarga yang Ditinggalkan
Prajurit muda ini meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Misi perdamaian yang dilaksanakannya di Lebanon, yang dimulai pada awal April, merupakan tugas pertamanya di luar negeri, dan kehilangan ini terasa sangat mendalam bagi keluarganya serta rekan-rekannya di UNIFIL.
Kehilangan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian
Dengan kepergian Praka Rico, Indonesia telah kehilangan empat prajurit TNI dalam waktu satu bulan terakhir saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan. Tragedi ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan misi mereka.
Daftar Prajurit yang Gugur
Berikut adalah prajurit TNI yang telah gugur dalam misi ini:
- Praka Farizal Rhomadhon, yang meninggal akibat insiden pada 29 Maret bersamaan dengan serangan yang melukai Praka Rico.
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur pada 30 Maret saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan, juga gugur pada insiden yang sama dengan Kapten Zulmi.
- Praka Rico Pramudia, yang wafat pada 24 April setelah menjalani perawatan.
- Serangan ini juga mengakibatkan kerugian bagi pasukan Prancis yang bertugas bersama UNIFIL.
Kerugian di Sisi Internasional
Tidak hanya Indonesia, Prancis juga mengalami kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL setelah patroli mereka diserang pada 18 April, di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Kejadian ini menggambarkan kompleksitas dan bahaya yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian di wilayah tersebut.
Meningkatnya Ketegangan di Lebanon
Situasi di Lebanon selatan semakin menegangkan, dengan serangan-serangan yang terus terjadi dan mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Dalam konteks ini, penting bagi komunitas internasional untuk mendukung upaya perdamaian dan perlindungan bagi para prajurit yang berjuang demi stabilitas di wilayah tersebut.
Upacara penghormatan terakhir untuk Praka Rico Pramudia bukan hanya sekedar seremoni, tetapi sebuah pengingat yang mendalam tentang pengorbanan para prajurit yang bertugas di garis depan. Dengan momen yang penuh emosi ini, diharapkan akan muncul kesadaran yang lebih besar akan pentingnya menjaga perdamaian dan menghargai dedikasi mereka yang rela berkorban demi misi mulia ini.
➡️ Baca Juga: AHY Dukung Pengembangan Hunian TOD di Kota Besar untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghindari Cedera Bahu saat Melakukan Latihan Press di Gym



