slot depo 10k
Pendidikan

Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Akan Diselenggarakan Secara Tatap Muka Kembali

Sebuah berita penting bagi pendidikan di Indonesia. Seperti yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelatihan guru dan kepala sekolah akan kembali diselenggarakan secara tatap muka. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter para guru dan kepala sekolah, dengan pelaksanaan pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Mengoptimalkan Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah

Menurut Abdul Mu’ti dari Kemendikdasmen, pelatihan guru dan kepala sekolah ini akan dilakukan secara in-house dan tidak lagi online. Dijelaskan bahwa durasi pelatihan ini bisa mencapai hingga 10 hari, dan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi para pendidik, tetapi juga membangun karakter mereka.

“Akan diterapkan tujuh kebiasaan, seperti bangun pagi, ibadah, dan lainnya,” ucap Mu’ti saat ditemui di Jakarta.

Program Pelatihan yang Akan Dijalankan

Kemendikdasmen berencana untuk mengaktifkan kembali dua program lama, yaitu program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan program Kelompok Kerja Guru (KKG). Program-program ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi dan jaringan guru yang ada.

“Kami berharap semua dapat memanfaatkan potensi dan jaringan yang ada, termasuk mengaktifkan kembali program-program MGMP dan KKG,” jelas Mu’ti.

Memahami Program MGMP dan KKG

Untuk Anda yang belum familiar dengan program MGMP dan KKG, berikut penjelasannya:

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

Menurut laman Repositori Kemendikdasmen, MGMP adalah wadah kegiatan profesional bagi guru yang mengajar mata pelajaran yang sama pada jenjang SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK. Biasanya, MGMP berada pada tingkat kabupaten/kota.

Kelompok Kerja Guru (KKG)

KKG adalah wadah kegiatan profesional bagi guru SD/MI/SDLB yang biasanya berada pada tingkat kecamatan atau gugus sekolah. KKG menjadi tempat guru berkumpul untuk berdiskusi, belajar bersama, serta meningkatkan kompetensi mengajar.

Tujuan dan Manfaat Program KKG dan MGMP

Program KKG dan MGMP memiliki tujuan utama, yaitu:

  • Menguatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran;
  • Membantu guru mengatasi kendala dalam penerapan kurikulum;
  • Menjadi media berbagi pengetahuan dan pengalaman antar guru;
  • Mendukung pelaksanaan kebijakan pendidikan, khususnya implementasi kurikulum.

Program KKG dan MGMP juga terdapat dalam implementasi Kurikulum 2013. Keduanya menjadi sarana pelatihan, diskusi, dan pendampingan bagi guru dalam menerapkan kurikulum tersebut di sekolah.

Fungsi dan Manfaat KKG dan MGMP

Berikut beberapa fungsi dan manfaat dari program KKG dan MGMP:

  • Memberikan solusi terhadap masalah pembelajaran dan penilaian;
  • Meningkatkan kemampuan guru terkait kurikulum dan metode mengajar;
  • Menjadi sarana pertukaran informasi dan inovasi pembelajaran;
  • Mendorong kolaborasi serta budaya berbagi antar guru;
  • Meningkatkan produktivitas guru, termasuk dalam membuat karya ilmiah;
  • Mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa;
  • Mengembangkan profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru.

Peserta MGMP dan KKG

Untuk program KKG, pesertanya adalah guru SD/MI/SDLB dalam satu gugus atau wilayah kecamatan. Sedangkan untuk program MGMP, pesertanya adalah guru mata pelajaran yang sama pada jenjang SMP, SMA, dan SMK dalam satu kabupaten/kota.

➡️ Baca Juga: Perjalanan Vidi Aldiano: Melawan Kanker dari Diagnosis hingga Perjuangan Terakhir

➡️ Baca Juga: Sasa Santan Pecahkan Rekor MURI dengan Sajikan 1.447 Porsi Opor untuk Masyarakat

Back to top button