ISPA di Pekanbaru Meningkat Drastis, Dinkes Catat 11.707 Kasus Akibat Kabut Asap Karhutla

Di Pekanbaru, Riau, angka kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan yang signifikan, seiring dengan dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru melaporkan sebanyak 11.707 warga mengalami masalah kesehatan, dengan mayoritas diidentifikasi sebagai penderita ISPA, serta sejumlah kasus asma dan iritasi yang berkaitan dengan paparan asap. Data ini mencerminkan situasi kesehatan yang memprihatinkan di daerah tersebut hingga 10 Oktober 2026.
Statistik Kasus ISPA di Pekanbaru
Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menyampaikan bahwa total kumulatif kasus yang terdata mencapai 11.707 orang per tanggal 14 Oktober 2026. Angka ini mencakup seluruh data yang dikumpulkan sejak 25 Agustus 2026 dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit yang tersebar di wilayah Pekanbaru.
Rincian dari data kumulatif tersebut menunjukkan bahwa dari total kasus, sebanyak 9.816 di antaranya merupakan penderita ISPA. Selain itu, terdapat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, dan 328 kasus iritasi mata. Angka-angka ini menunjukkan dampak serius dari kualitas udara yang buruk akibat kabut asap yang berkepanjangan.
Upaya Dinkes dalam Mengatasi ISPA
Dalam rangka mencegah dampak kesehatan yang lebih luas, Dinkes Pekanbaru telah melaksanakan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan meningkatkan promosi kesehatan melalui 21 puskesmas yang ada. Tim kesehatan secara aktif mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara berada dalam kategori tidak sehat.
- Pembagian masker gratis kepada warga.
- Penguatan komunikasi kesehatan di puskesmas.
- Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kabut asap.
- Imbauan untuk memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala ISPA.
- Kerjasama dengan institusi lain untuk penanganan kesehatan.
Pembagian Masker Gratis untuk Masyarakat
Sebagai langkah konkret dalam melindungi kesehatan masyarakat, Dinkes Pekanbaru juga membagikan masker secara gratis. Hazli Fendriyanto memastikan bahwa stok masker yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang dapat mengambilnya di puskesmas terdekat. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap yang berpotensi membahayakan kesehatan pernapasan warga.
Dampak ISPA Secara Nasional
Peningkatan kasus ISPA tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi juga secara keseluruhan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa sepanjang tahun 2026, jumlah kasus ISPA mencapai lebih dari 14 juta jiwa, dengan angka tepatnya mencapai 14.088.948 jiwa. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, yang terus berupaya melakukan penanganan terhadap karhutla serta mitigasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara tidak sehat. Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, disarankan untuk segera mencari pertolongan di fasilitas kesehatan. Dinkes Pekanbaru dan lembaga terkait lainnya terus berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru dan mendidik masyarakat mengenai dampak kesehatan dari karhutla.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, sangat penting bagi warga Pekanbaru untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran kesehatan demi menjaga kesehatan diri dan keluarga. Melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan dampak dari kabut asap dapat diminimalisir dan kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.
➡️ Baca Juga: Sinergi dan Aksi Nyata dalam Penguatan Ekonomi Desa Tubaba: Fokus Musrenbang RKPD 2027
➡️ Baca Juga: Pemkab Lanny Jaya Ajak Petani Kopi Manfaatkan Bantuan Bank Papua Secara Optimal




