Lurah Tegalega Tindak Lanjuti Limbah Hotel dan Mal ke Sungai Ciparigi untuk Evaluasi Serius

Lurah Tegalega, Hardi Suhardiman, baru-baru ini mengungkapkan adanya dugaan pembuangan limbah yang berasal dari hotel dan pusat perbelanjaan ke Sungai Ciparigi, yang terletak di Kampung Fakultas, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Isu ini memerlukan perhatian serius, mengingat dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat yang mungkin ditimbulkan oleh limbah tersebut.
Dugaan Pembuangan Limbah dari Hotel dan Mal
Dari pengamatan Hardi, limbah yang mencurigakan ini diduga berasal dari Hotel Santika Bogor dan Botani Square Mall, yang berada di dekat lokasi pembuangan. Pembuangan limbah ini menjadi perhatian utama bagi warga dan pihak kelurahan yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap kualitas lingkungan sekitar.
Sejak masalah ini teridentifikasi, pihak kelurahan telah memberikan beberapa teguran kepada pengelola hotel dan mal. Hardi menyatakan bahwa teguran yang diberikan sudah dilakukan secara lisan maupun tertulis, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait.
Tindakan Teguran yang Diberikan
“Kami sudah mengeluarkan teguran dalam bentuk lisan dan tertulis. Namun sampai saat ini, tindakan nyata dari pihak hotel dan mal belum terlihat, dan limbah masih terus dibuang ke sungai,” ungkap Hardi pada Rabu (29/4/2026).
Lebih lanjut, Hardi juga menyampaikan bahwa ia telah meminta hasil uji laboratorium terkait limbah yang dibuang oleh kedua pihak tersebut. Hal ini untuk mengetahui kandungan limbah dan dampaknya terhadap lingkungan, namun dokumen yang diminta belum diterima sampai hari ini.
Permintaan Hasil Uji Laboratorium
“Saya pernah meminta hasil dari uji laboratorium dari Hotel Santika mengenai dampak limbah yang dibuang, tetapi hingga kini, kami belum menerima informasi tersebut, baik dari Hotel Santika maupun Botani Square,” jelas Hardi.
Dampak dari pembuangan limbah ini mulai dirasakan oleh masyarakat di sekitar, terutama dengan munculnya bau tidak sedap dari aliran sungai. Selain itu, volume air di sungai juga meningkat setiap kali limbah dialirkan, terutama dari pipa besar yang ada di area tersebut.
Pengaruh Terhadap Kualitas Lingkungan
“Dampaknya sangat terasa, terutama bau yang menyengat. Air juga menjadi lebih tinggi karena pipa dari Botani berukuran sangat besar,” tambahnya.
Walaupun demikian, Hardi mengaku bahwa ia belum mengetahui secara mendalam sistem pengelolaan limbah yang diterapkan oleh Hotel Santika dan Botani Square. Menurutnya, pihak terkait pernah mengakui adanya pembuangan limbah ke Sungai Ciparigi, tetapi kelurahan masih menunggu bukti resmi berupa hasil uji laboratorium untuk tindakan lebih lanjut.
Perspektif Masyarakat Sekitar
Ketua RT 05 RW 04 Kampung Fakultas, Dadi Jumadi, juga membenarkan adanya bau tidak sedap yang tercium saat limbah dialirkan ke sungai. Ia mengamati bahwa bau tersebut mirip dengan bau septic tank.
- Ketidaknyamanan akibat bau menyengat saat limbah dialirkan.
- Bau tidak setiap hari muncul, biasanya saat ada pengurasan air.
- Kualitas air terlihat tidak layak dengan warna keruh keputihan.
- Dampak psikologis bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.
- Khawatir akan kesehatan akibat limbah yang tidak terkelola dengan baik.
“Ketika air mengalir dari pipa, baunya sangat tidak enak. Namun, limbah ini tidak selalu mengalir setiap hari, biasanya terjadi saat ada pengurasan,” katanya. Dadi juga menekankan bahwa secara visual, kualitas air yang mengalir ke sungai tampak tidak layak, dengan warna yang keruh dan cenderung keputihan.
Urgensi Penanganan Limbah
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, yang harus segera mengambil langkah untuk melakukan evaluasi dan tindakan nyata. Penanganan limbah yang baik sangat penting untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kepedulian dari pihak hotel dan mal sangat diperlukan agar masalah ini tidak berlarut-larut. Dengan adanya transparansi dalam pengelolaan limbah dan hasil uji laboratorium yang valid, diharapkan dapat mengurangi ketakutan masyarakat akan dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan.
Adanya kolaborasi antara pihak kelurahan, pengelola hotel, dan mal juga sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak hotel dan mal, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas lingkungan.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga harus ditingkatkan. Edukasi mengenai dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan bisa menjadi langkah awal untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
- Pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah.
- Kampanye kebersihan secara rutin oleh pihak kelurahan.
- Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
- Kerja sama dengan organisasi lingkungan untuk tindakan nyata.
- Penerapan sanksi bagi pelanggar pengelolaan limbah yang tidak sesuai.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masalah pembuangan limbah hotel dan mal dapat ditangani dengan baik dan tidak berdampak negatif lebih jauh kepada masyarakat dan lingkungan. Keterlibatan semua pihak dalam menjaga kualitas lingkungan merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan pihak pemerintah, pengelola hotel, dan mal dapat bekerja sama dengan lebih baik dalam mengelola limbah. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih proaktif dalam melaporkan jika terjadi pelanggaran terkait pembuangan limbah, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Zakat Fitrah untuk Bayi Sesuai Aturan Syariat Islam
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Efektif Menghadapi Perubahan Preferensi Konsumen Melalui Inovasi Relevan




