Strategi Siswa Indonesia Menghadapi Tantangan IMSO 2026 dengan Ketekunan Tinggi

Jakarta – Bagi Kaindra Nadira Saidtama dan Aiden Gracio, partisipasi di International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan berlangsung pada tahun 2026 bukanlah sekadar ajang kompetisi. Di balik keikutsertaan mereka terdapat perjalanan panjang yang melibatkan proses belajar, latihan intensif, serta keberanian untuk menguji kemampuan di arena internasional. Kaindra, seorang siswa kelas 6 dari SDIT Bina Bangsa Sejahtera di Kota Bogor yang mewakili bidang Sains, mengaku bahwa dia harus menjalani latihan soal secara konsisten selama masa persiapan. Dia juga mengikuti program pembinaan baik secara daring maupun luring, dan mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya. Sebelumnya, Kaindra berhasil meraih medali emas di Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk jenjang SD, yang menurutnya sangat membantu dalam membangun kebiasaan belajar yang disiplin dan teratur. “Saya merasa senang dan bangga,” ungkap Kaindra setelah mengetahui terpilih untuk mewakili Indonesia di IMSO-23. Dia juga mendorong teman-temannya yang berminat di bidang sains untuk berani mencoba. “Cobalah belajar sains atau ikut kompetisi. Jika merasa sedikit suka, teruslah berusaha,” papar Kaindra dalam sebuah siaran pers, Minggu, 4 Oktober 2026.

Perjalanan Menuju IMSO-23

Pengalaman serupa juga dialami oleh Aiden Gracio, siswa kelas 6 dari SD Witama Nasional Plus Srikandi Pekanbaru yang berkompetisi di bidang matematika. Aiden melalui tiga tahap seleksi, mulai dari ujian daring hingga seleksi luring yang disertai latihan dan simulasi. Dia juga pernah meraih medali emas serta gelar the best overall di OSN untuk bidang matematika di jenjang SD. Dalam menghadapi soal-soal yang dianggapnya sulit, Aiden memilih untuk mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah terlebih dahulu, agar ia bisa memahami konsepnya sebelum melanjutkan ke soal-soal yang lebih menantang. “Jangan takut untuk mencoba. Yang terpenting adalah menambah pengetahuan. Jangan khawatir tentang hasilnya, coba saja dulu agar kita mendapatkan banyak ilmu,” kata Aiden.

Seleksi dan Pembinaan Tim Indonesia

Muchammad Fachri, Team Leader Indonesia untuk IMSO-23, menjelaskan bahwa semua peserta adalah siswa-siswa berbakat, banyak di antaranya adalah peraih medali emas di OSN. Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu dua tahap secara daring dan satu tahap luring. Dari proses ini, sekitar 30 peserta terpilih, ditambah dengan peraih medali emas dari OSN, sehingga total tim pembinaan terdiri dari 63 peserta, dengan 32 di bidang matematika dan 31 di bidang sains. Fachri juga menekankan bahwa tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya terletak pada penguasaan materi. Materi yang diujikan di olimpiade memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kurikulum sekolah.

Dukungan dan Harapan dari Kementerian

Semangat belajar yang ditunjukkan oleh para peserta sangat membanggakan. Mereka mendapatkan materi pelajaran yang sesuai dengan silabus dari para pengajar berbagai institusi, serta pelatih olimpiade yang berpengalaman. “Kami berharap semua peserta dapat meraih prestasi terbaik di IMSO-23. Dari semua proses yang telah dilalui, mulai dari seleksi hingga karantina, kami berharap dapat meraih medali emas, baik di bidang sains maupun matematika. Kami juga berharap ada peserta yang meraih kategori terbaik, seperti best overall, best theory, best exploration, atau best experiment. Semoga IMSO-23 menjadi ajang yang menghasilkan juara-juara dari Indonesia,” ungkap Fachri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa upaya ini sejalan dengan program Kementerian yang tengah berfokus pada peningkatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). “Kami berharap melalui ajang ini, akan lahir generasi ilmuwan baru, para pelajar cerdas yang tidak hanya unggul di bidang sains dan matematika, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Hal ini juga mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan karakter,” tutupnya.

Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang

Melalui IMSO-23, Kaindra, Aiden, dan rekan-rekannya tidak hanya membawa harapan untuk meraih prestasi, tetapi juga pengalaman belajar yang berharga, keberanian untuk menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus berupaya. Bagi mereka, kompetisi ini merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan potensi diri. Dengan persiapan yang matang dan sikap positif, bukan tidak mungkin mereka dapat meraih hasil yang memuaskan di tingkat internasional.

Siswa-siswa Indonesia menunjukkan bahwa dengan ketekunan, disiplin, serta dukungan yang tepat, mereka dapat menghadapi tantangan IMSO 2026 dengan percaya diri. Setiap pengalaman yang diperoleh di ajang ini akan berkontribusi pada pengembangan karakter dan kemampuan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

➡️ Baca Juga: Kepala Staf TNI AU Kunjungi Lanud Sultan Hasanuddin, Tekankan Perwira untuk Adaptif dan Berkarakter

➡️ Baca Juga: Perumahan Laddaland: Film Horor Menegangkan Tayang di Bioskop Mulai 13 Agustus 2026

Exit mobile version