Strategi Investasi Terbaru di FIIF 2026 untuk Menghadapi Pasar yang Dinamis

Pasar investasi saat ini tengah mengalami dinamika yang signifikan. Dengan perubahan arus modal global yang cepat, akses yang lebih terbuka terhadap aset luar negeri, serta kondisi ekonomi domestik yang terus berubah, para investor tidak bisa hanya mengandalkan pencarian aset yang berpotensi memberikan keuntungan. Mereka harus memahami ke mana arah pergerakan pasar, berbagai pilihan aset yang tersedia, serta risiko yang bersedia mereka ambil. Hal-hal inilah yang menjadi topik utama dalam Fortune Indonesia Investment Forum (FIIF) 2026, yang diadakan di Grand Ballroom, Four Seasons Hotel Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dengan mengusung tema “Bridging Global Investment and Local Expertise”, forum ini mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari investor, pelaku pasar, analis, hingga mahasiswa, untuk mendiskusikan perkembangan pasar global dan peluang investasi di Indonesia.
Peluang Investasi di Indonesia dan Global
William Utomo, Chief Operating Officer IDN, mengungkapkan bahwa FIIF 2026 dirancang untuk memberikan perspektif yang lebih luas bagi para investor sebelum mereka membuat keputusan investasi. Menurutnya, ada tiga prinsip dasar yang mendasari forum ini, yaitu clarity, choice, dan conviction. “Fortune Indonesia Investment Forum dibangun atas tiga prinsip tersebut. Investor perlu memahami ke mana dunia dan modal bergerak, melihat pilihan yang ada, serta memiliki keyakinan untuk mengalokasikan modal dengan tujuan yang jelas,” jelas William dalam keterangan tertulisnya. Melalui forum ini, ia berharap dapat memperluas akses terhadap wawasan dan pengetahuan yang dapat membantu generasi investor mendatang untuk mengambil keputusan yang lebih terinformasi.
Perkembangan Pasar Global dan Fokus terhadap Indonesia
Dalam sesi yang bertajuk “Markets in Motion: Global Shifts, Indonesia’s Development & the Next Wave of Investing”, Sean Freer, Director of Global Exchange Indices di S&P Dow Jones Indices, membahas peran indeks dalam mengamati pergerakan pasar serta posisi Indonesia dalam konteks pasar global. Freer menyoroti karakteristik fundamental dan valuasi pasar saham Indonesia yang menarik dibandingkan dengan beberapa pasar global lainnya. Dia juga menekankan pentingnya perhatian investor institusional terhadap pasar domestik. “Ketika menganalisis pasar Indonesia, kita harus lebih dari sekadar berfokus pada pergerakan jangka pendek. Dari segi fundamental, pasar Indonesia memiliki karakteristik yang menarik di panggung global, dan kami melihat adanya peningkatan minat dari investor global terhadap Indonesia,” ungkap Freer.
Diversifikasi Portofolio: Kunci Sukses Investasi
Dengan semakin terbukanya akses ke pasar internasional, investor kini memiliki lebih banyak pilihan aset. Pandeka Perkasa, seorang pendidik tentang Global ETF dan saham AS, menegaskan pentingnya diversifikasi dalam menyusun portofolio. Menurutnya, modal yang dimiliki tidak harus selalu diinvestasikan di aset domestik. “Investor perlu bijak dalam melakukan diversifikasi. Dengan jumlah dana yang sama, kita bisa memilih ke mana modal akan dialokasikan, baik di dalam negeri maupun di luar, dari Amerika Utara hingga Australia. Oleh karena itu, penting untuk melihat keseluruhan pilihan investasi sebagai bagian dari ‘investment universe’ yang dapat dipertimbangkan,” paparnya.
Memahami Karakteristik Pasar
Namun, diversifikasi bukan sekadar menambah instrumen dalam portofolio. Investor harus memahami karakteristik masing-masing pasar, termasuk potensi keuntungan dan risikonya. Alokasi aset juga perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko setiap individu. Ini akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih tepat dan terinformasi.
Memisahkan Investasi dan Trading
Langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah memahami aset sebelum menentukan strategi. Dalam sesi “The Value Investing Mindset: Calculate, Be Patient, Win Big”, Andry Hakim, pendiri dan Chief Investment Officer Stockwise, menekankan pentingnya perhitungan yang matang dan pemahaman mendalam terhadap aset sebelum mengambil keputusan. Ia juga menegaskan perbedaan antara investasi dan trading. Menurutnya, investor harus menentukan tujuan sejak awal apakah posisi tersebut dibangun untuk investasi jangka panjang atau trading jangka pendek. Perbedaan ini akan berdampak pada strategi yang digunakan, termasuk waktu masuk, target, serta pengelolaan risiko.
Strategi Trading yang Efektif
Sementara itu, Emir Parengkuan, Co-Founder CAK Investment Club, menggarisbawahi pentingnya ‘confluence’ dalam membangun strategi trading. Dalam sesi “The Importance of Confluence in Your Trading Strategy”, Emir menjelaskan bahwa keputusan trading sebaiknya didasarkan pada kombinasi beberapa data dan indikator independen. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi kondisi makroekonomi, pergerakan pasar, aliran uang, sektor-sektor, serta saham tertentu. Dengan pendekatan ini, trader tidak hanya mencoba menebak arah pasar, tetapi juga melihat peluang berdasarkan probabilitas yang ada.
- Trading adalah permainan probabilitas, bukan prediksi.
- Eliminasi emosi dari pengambilan keputusan untuk hasil yang lebih konsisten.
- Semakin banyak confluence yang mendukung sebuah peluang, semakin kuat setup yang terbentuk.
- Conviction harus berjalan seiring dengan manajemen risiko.
- Ukuran posisi harus disesuaikan dengan tingkat keyakinan terhadap setup tertentu.
Risiko Makro dan Peluang di Pasar Lain
Diskusi di FIIF 2026 juga meliputi aspek-aspek lain selain saham dan strategi trading. Doddy Zulverdi, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), membahas pentingnya kepercayaan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Sedangkan Kartika “Tjoe Ay” Sutandi, Partner, Founder, dan Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, membahas risiko makro serta peluang investasi dalam sesi “A Helicopter View on Macro Risks and Market Opportunities”.
Pemahaman tentang Pasar Emas dan Mata Uang
Pasar mata uang, emas, dan indeks juga menjadi bagian dari diskusi dengan perspektif yang dibawakan oleh I Ketut Budiasa, President Director MIFX, serta Nadya Amalin, Operations Director MIFX. Michael Yeoh, seorang penggemar saham dan trader profesional, menyoroti pentingnya analisis, eksekusi, dan pengambilan keputusan dalam sesi “Mastering the Market: Analysing, Executing, Winning”. Dari sisi pengelolaan kekayaan, Gabriel Rey, Founder & CEO TRIV Group, membahas perjalanan dalam membangun kekayaan jangka panjang. Gema Goeyardi, Founder & CEO Astronacci International, membahas siklus pasar dan perubahan kondisi ekonomi dalam membaca pergerakan aset, sementara Timothy Ronald, Entrepreneur & Investor, membahas perbedaan antara investasi, spekulasi, dan proses pengambilan keputusan di pasar.
Dengan berbagai perspektif dan wawasan yang dibagikan dalam FIIF 2026, para peserta diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar yang semakin dinamis. Di tengah tantangan yang ada, penting bagi investor untuk terus belajar dan memperbarui strategi mereka agar tetap relevan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada di pasar global dan domestik.
➡️ Baca Juga: Cek Status Penerima PKH 2026 Secara Online dan Real-Time dengan Mudah dan Cepat
➡️ Baca Juga: Lebak Tetapkan 28 Ribu Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan untuk Perlindungan Sawah




