Pameran MotoGP Mandalika 2026 menawarkan lebih dari sekadar balapan yang mendebarkan; ia juga menjadi ajang untuk mempromosikan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam konteks ini, Sekardiu diangkat sebagai simbol budaya NTB yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Lombok. Dengan latar belakang yang kaya, Sekardiu tidak hanya mewakili tradisi, tetapi juga menyiratkan kecepatan dan dinamika yang sejalan dengan semangat MotoGP.
Sekardiu: Ikon Budaya NTB
Dalam pameran tematik yang diadakan di kawasan Sirkuit Mandalika, Sekardiu diperkenalkan sebagai salah satu ikon budaya yang merepresentasikan NTB. Museum Negeri NTB berperan aktif dalam mengedukasi pengunjung tentang makna dan nilai budaya yang terkandung dalam Sekardiu. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa Sekardiu adalah simbol kecepatan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pulau Lombok.
Makna dan Simbolisme Sekardiu
Sekardiu, sebagai hewan mitologi, digambarkan memiliki bentuk yang unik: berkepala kuda dan singa, berekor naga, serta bertubuh kuda. Dalam tradisi sastra wayang Sasak, karakter Sekardiu berfungsi sebagai kendaraan bagi tokoh Jayangrana, yang dikenal dengan kecepatan luar biasa. Hal ini menjadikan Sekardiu sangat relevan dalam konteks MotoGP, yang identik dengan kecepatan dan performa tinggi.
- Hewan mitologi berkepala kuda dan singa
- Berekor naga dan bertubuh kuda
- Karakter penting dalam wayang Sasak
- Simbol kecepatan bagi masyarakat Lombok
- Merepresentasikan tradisi dan identitas lokal
Keterkaitan Sekardiu dengan MotoGP
Gubernur Iqbal menyatakan bahwa karakter Sekardiu yang bergerak cepat memiliki relevansi langsung dengan ajang balapan internasional MotoGP yang diadakan di Sirkuit Mandalika. Ia mengungkapkan, “Jika MotoGP datang ke sini, itu sejalan dengan DNA Sekardiu.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran MotoGP di Lombok bukan hanya sebuah acara olahraga, melainkan juga merupakan penguatan identitas budaya lokal.
Pameran Budaya di Tengah Ajang Balap
Pameran budaya yang digelar bersamaan dengan MotoGP merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada pengunjung, baik lokal maupun mancanegara. Keberadaan Museum NTB di Sirkuit Mandalika sejak tahun lalu menjadi sarana untuk menampilkan peradaban dan warisan budaya yang ada di daerah ini.
Rencana Pameran Budaya yang Mendatang
Pada tahun 2025, Museum NTB juga telah menyiapkan pameran yang mengangkat tema budaya Samala, yang merupakan nama kuno Gunung Rinjani. Pameran ini akan menyoroti sejarah letusan Gunung Tambora dan dampaknya yang sangat luas, bahkan mencapai Benua Eropa dan Alaska. Perpaduan antara MotoGP dan pameran budaya ini menjadi salah satu daya tarik unik yang membedakan Mandalika dari lokasi penyelenggaraan MotoGP lainnya di seluruh dunia.
Daya Tarik Mandalika
Gubernur Iqbal menekankan bahwa Mandalika memiliki keistimewaan tersendiri. “Dari Mandalika, Anda bisa menyaksikan MotoGP di seluruh dunia, tetapi dari lokasi lain, belum tentu Anda dapat merasakan pengalaman MotoGP di Mandalika,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti betapa pentingnya peran budaya dalam menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Informasi Pameran Museum NTB
Pameran Museum NTB akan berlangsung selama gelaran balapan MotoGP Mandalika, dari tanggal 8 hingga 11 Oktober 2026. Ruang pameran akan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, bertempat di South Gallery, lantai dua gedung Experience Gallery di kawasan Sirkuit Mandalika. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya NTB.
Artefak yang Dipamerkan
Dalam pameran ini, Museum NTB akan menampilkan berbagai artefak yang kaya akan nilai historis dan budaya, antara lain:
- Satu naskah kuno Jayengrana
- Wayang Sekardiu dan wayang Jayengrana
- Enam lukisan yang menggambarkan budaya lokal
- Dua pasang Sekardiu yang melambangkan kecepatan
- Empat kain tenun khas NTB
Dengan adanya pameran ini, diharapkan masyarakat dan pengunjung dapat lebih memahami dan menghargai kekayaan budaya NTB, serta bagaimana Sekardiu berperan sebagai simbol yang menghubungkan tradisi lokal dengan dunia modern, termasuk dalam konteks ajang balap bergengsi seperti MotoGP.
➡️ Baca Juga: SPPG Bogor Tingkatkan Penerima MBG dengan Keberadaan Chef Bersertifikat
➡️ Baca Juga: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pengembangan SDM untuk Hilirisasi SDA Indonesia
