Jakarta – Pratikno kembali mengambil posisi penting dalam struktur pemerintahan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026. Penunjukan ini menandai fase baru dalam perjalanan karier Pratikno di panggung politik, setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama sepuluh tahun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelum mendapatkan posisi barunya, Pratikno juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dalam Kabinet Merah Putih dari Oktober 2024 hingga Oktober 2026. Keberadaan Pratikno dalam pemerintahan menunjukkan kesinambungan peran yang signifikan dari satu periode ke periode lainnya.
Profil Singkat Pratikno
Pratikno lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 13 Februari 1962. Berbeda dengan banyak politikus lainnya, Pratikno memulai kariernya dari dunia akademik. Ia adalah seorang profesor ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan spesialisasi dalam beberapa bidang, termasuk politik lokal, desentralisasi, serta kebijakan publik. Latar belakang pendidikannya yang kuat, dengan gelar S1 Ilmu Pemerintahan dari FISIP UGM, serta gelar master dari Birmingham University di Inggris dan gelar doktor dari Flinders University di Australia, memberinya fondasi yang solid untuk memasuki dunia pemerintahan.
Karier Akademik yang Gemilang
Karier Pratikno di UGM mencakup berbagai posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UGM sebelum akhirnya terpilih sebagai Rektor UGM ke-14 pada periode 2012-2014. Pengalaman ini menjadi salah satu modal penting yang membawanya ke jalur pemerintahan pusat. Komitmennya terhadap pendidikan dan penelitian di bidang politik membuatnya dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di kalangan akademisi dan politisi.
Menjadi Tokoh Kunci di Era Jokowi
Nama Pratikno mulai dikenal luas dalam konteks politik nasional menjelang Pemilu 2014. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh yang dekat dengan Jokowi dalam fase transisi menuju pemerintahan baru. Pada Oktober 2014, Pratikno dipanggil ke Istana oleh Jokowi, dua kali, sebagai calon menteri, yang menunjukkan betapa pentingnya posisi yang akan diembannya. Penunjukannya sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Kerja pada 27 Oktober 2014 menandai langkah awalnya dalam pemerintahan.
Peran Strategis sebagai Mensesneg
Sebagai Mensesneg, Pratikno memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga koordinasi administrasi antara Presiden dan kabinet, serta antara Presiden dengan lembaga-lembaga lainnya. Posisi ini menempatkannya di jantung pengambilan keputusan, di mana setiap kebijakan yang dihasilkan harus dapat tersampaikan dengan baik kepada publik. Dalam pengenalan kabinet periode kedua Jokowi pada 2019, Jokowi menekankan bahwa Mensesneg berperan penting dalam menjamin kelancaran lalu lintas kebijakan.
Keberlanjutan Karir di Pemerintahan
Kepercayaan Jokowi terhadap Pratikno berlanjut saat memasuki periode kedua pemerintahan. Pada Oktober 2019, ia kembali dilantik sebagai Mensesneg untuk periode 2019-2024. Ini menjadikannya salah satu pejabat yang bertahan selama dua periode penuh di bawah kepemimpinan Jokowi. Selama sepuluh tahun menjabat sebagai Mensesneg, Pratikno menjadi salah satu jembatan komunikasi antara Presiden dan masyarakat, sering kali menyampaikan keputusan dan kebijakan pemerintah kepada publik.
Pengalaman dalam Menyampaikan Kebijakan
Pratikno kerap kali menjadi wajah pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebijakan. Contohnya, pada Juni 2024, ia mengumumkan keputusan Presiden Jokowi mengenai pengunduran diri Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Pengalamannya selama satu dekade di Kementerian Sekretariat Negara memastikan bahwa ia memiliki pemahaman mendalam tentang birokrasi dan administrasi pemerintahan.
Transisi Menuju Kabinet Merah Putih
Setelah berakhirnya masa jabatan Jokowi pada Oktober 2024, banyak yang bertanya-tanya tentang langkah selanjutnya bagi Pratikno. Namun, kariernya di pemerintahan tidak terhenti di situ. Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya ke dalam Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Penunjukan ini, yang diumumkan pada 20 Oktober 2024, menunjukkan bahwa Pratikno tetap menjadi figur kunci dalam pemerintahan, meski terjadi perubahan kepemimpinan.
Peran Penting di Kabinet Merah Putih
Pratikno, dengan pengalaman dan latar belakangnya, membawa perspektif baru dalam pengembangan kebijakan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Ia berperan dalam merumuskan program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelestarian kebudayaan Indonesia. Keberadaannya dalam kabinet menunjukkan bahwa keterampilan dan pengalaman yang dimiliki sangat berharga bagi pemerintahan.
Menuju Jabatan Ketua Wantimpres
Dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Menko PMK, Pratikno memasuki fase baru dalam kariernya sebagai Ketua Wantimpres. Dilantik pada 2 Oktober 2026, penugasan ini membawa Pratikno kembali ke lingkungan dekat Presiden, namun dengan peran yang berbeda, yaitu memberikan pertimbangan dan nasihat kepada kepala negara. Ini merupakan langkah strategis yang memperlihatkan bagaimana pengalaman dan keahlian Pratikno tetap relevan dalam konteks pemerintahan saat ini.
Menanti Tugas Baru
Sebelum dilantik, Pratikno sempat menyatakan ketidakpastian mengenai kemungkinan masuk ke Wantimpres setelah pergantian jabatan. Namun, dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman panjang di pemerintahan, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam perannya yang baru. Pengalaman satu dekade mendampingi Jokowi dan dua tahun sebagai Menko PMK di bawah Prabowo membuatnya menjadi sosok yang sangat dihormati dalam lingkaran pemerintahan.
Kesimpulan
Pratikno adalah contoh nyata bagaimana latar belakang akademik yang kuat dapat berkontribusi pada pemerintahan yang efektif. Dari menjadi Mensesneg di era Jokowi hingga Ketua Wantimpres di bawah Prabowo, perjalanan kariernya mencerminkan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap pelayanan publik. Dengan pengalaman luas dan pengetahuan mendalam tentang politik dan administrasi, Pratikno menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan politik Indonesia saat ini. Kini, ia diharapkan dapat terus memberikan wawasan dan nasihat berharga bagi Presiden dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada.
➡️ Baca Juga: Raisa Menggambarkan Kesulitan Memilih Lagu di Konser Love & Let Go seperti Memilih Anak
➡️ Baca Juga: Indonesia Dominasi Aljazair 5-0 di Laga Perdana Thomas Cup 2026 dengan Penampilan Sempurna
