Profil Nurisa Dian Ashrifah: Kontribusi Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

Nama Nurisa Dian Ashrifah kini menjadi sorotan publik setelah berhasil membawa pulang medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemanah muda berusia 20 tahun ini sukses meraih gelar juara di nomor compound individu putri dengan mengalahkan Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina dengan skor tipis 139-137. Pertandingan final yang berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square pada Kamis, 1 Oktober 2026, menandai kemenangan bersejarah, mengingat ini adalah emas pertama bagi Indonesia di cabang panahan dalam ajang Asian Games 2026. Namun, prestasi gemilang ini tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak Nurisa mengenal panahan di usia muda.
Awal Karier Panahan Nurisa Dian Ashrifah
Perjalanan Nurisa dalam dunia panahan dimulai saat ia berusia 11 tahun. Ketertarikan terhadap olahraga ini muncul setelah melihat karakter-karakter dalam film dan kartun yang memainkan panahan. Dari situ, ia memutuskan untuk bergabung dengan ekstrakurikuler panahan di sekolahnya. Debut pertamanya di dunia kompetisi terjadi pada tahun 2016, ketika ia berpartisipasi dalam POPDA tingkat SD. Sejak saat itu, ketertarikan Nurisa semakin berkembang, dan ia mulai menjalani latihan dengan lebih serius saat memasuki jenjang SMP.
Saat ini, Nurisa tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menempuh pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, di mana ia mengambil Program Sarjana Manajemen. Dalam komunitas panahan, ia lebih dikenal dengan nama panggilan Hani. Berasal dari Kota Semarang, Nurisa telah menjelma menjadi salah satu atlet muda yang menjanjikan di nomor compound putri.
Prestasi Awal di SEA Games 2025
Nama Nurisa mulai mendapatkan perhatian luas ketika ia berpartisipasi dalam SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand. Ajang tersebut menjadi momen penting, mengingat ini adalah debutnya di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara. Dengan penuh percaya diri, Nurisa berhasil meraih medali emas di nomor compound individu putri setelah menaklukkan wakil Singapura, Madeleine Xue Li Ong, dengan skor 142-140. Tak hanya itu, ia juga mengantarkan timnya meraih emas di nomor compound beregu putri bersama rekan-rekannya, Ratih Zilizati Fadhly dan Yurike Nina Bonita Pereira, serta menambah koleksi medali perunggu di nomor compound beregu campuran bersama Prima Wisnu Wardhana.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata dari impian Nurisa untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi. Perlahan, ia mulai dikenal sebagai salah satu pemanah muda berbakat yang membawa harapan besar bagi masa depan panahan Indonesia.
Road to Asian Games 2026: Konsistensi dan Performa Terbaik
Memasuki tahun 2026, performa Nurisa semakin mengesankan. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi di Singapore Archery Open 2026, yang merupakan uji coba terakhir bagi tim panahan Indonesia sebelum berkompetisi di Asian Games. Di ajang ini, Nurisa kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali emas di nomor individu, mengalahkan rekan senegaranya, Yurike Nina Bonita Pereira, dengan skor 146-142. Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang kompetisi di Aichi-Nagoya.
Di Asian Games 2026, Nurisa menunjukkan performa yang solid sejak babak kualifikasi. Ia berhasil menempati peringkat kedelapan dengan total 701 poin, terdiri dari 348 poin di paruh pertama dan 353 poin di paruh kedua. Di pertandingan ini, Nurisa mencatat 21 tembakan X dan 32 kali angka 10. World Archery mencatat bahwa ia pernah mencapai skor tertinggi dalam kariernya dengan 703 poin dan pernah menduduki peringkat ke-44 dunia pada November 2025.
Perjalanan Menuju Emas di Okazaki
Perjalanan Nurisa menuju medali emas akhirnya mencapai puncaknya di Okazaki. Dalam final yang sangat kompetitif, ia harus berhadapan dengan Cojuangco. Pertandingan berlangsung sangat ketat, di mana setelah lima end, kedua pemanah mengumpulkan skor sama, yaitu 110 poin. Namun, Nurisa mampu mempertahankan akurasinya dalam dua tembakan terakhir dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 139-137. Medali emas ini menjadi yang kelima untuk Indonesia di Asian Games 2026 dan menambah catatan penting dalam perjalanan karier Nurisa yang masih muda.
Sebelum keberhasilan Nurisa, Indonesia juga telah meraih medali emas melalui tim bulu tangkis putra, Rahmat Erwin Abdullah di angkat besi 75 kg putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dalam bulu tangkis ganda putra, serta Desak Made Rita Kusuma Dewi di panjat tebing speed putri.
Membangun Masa Depan Panahan Indonesia
Dengan pencapaian yang diraihnya, Nurisa Dian Ashrifah tidak hanya menjadi juara di tingkat nasional, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu bintang masa depan panahan Indonesia. Dari awal kariernya yang dimulai pada usia 11 tahun, hingga sekarang meraih emas di Asian Games, perjalanan Nurisa adalah inspirasi bagi banyak atlet muda lainnya. Dengan dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkannya, Nurisa menjadi salah satu contoh nyata dari regenerasi atlet panahan di tanah air.
Kisah sukses Nurisa Dian Ashrifah adalah cerminan dari potensi luar biasa yang dimiliki oleh atlet-atlet muda Indonesia. Dengan dukungan yang tepat, tidak menutup kemungkinan bahwa ia akan terus mengukir prestasi di tingkat internasional dan membawa nama Indonesia semakin berkibar di pentas dunia.
Pencapaian dan Harapan di Masa Depan
- Meraih medali emas di SEA Games 2025 sebagai debutan.
- Mencatatkan peringkat ke-44 dunia dalam cabang panahan.
- Mendapatkan emas di Asian Games 2026 di nomor compound individu putri.
- Menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia.
- Melanjutkan pendidikan sambil berprestasi di bidang olahraga.
Dengan segudang prestasi yang telah diraih, Nurisa Dian Ashrifah diharapkan dapat terus bersinar dan membawa panahan Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dedikasinya dalam berlatih dan berkompetisi adalah modal utama untuk meraih impian dan cita-cita yang lebih besar di masa depan. Kita semua tentunya menanti aksi-aksi gemilangnya di kompetisi-kompetisi mendatang.
➡️ Baca Juga: Jakarta Menjadi Salah Satu dari 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia
➡️ Baca Juga: Aktivitas Produktif Bengkel Kapal di Muara Angke yang Perlu Anda Ketahui



