kpkgg
Nasional

Penyelam Basarnas Angkat 50 Jasad Korban dalam Evakuasi KM Virgo Hari ke-21

Proses evakuasi KM Virgo yang tenggelam di Laut Jawa memasuki hari ke-21 dengan perkembangan signifikan. Tim penyelam gabungan dari Basarnas berhasil mengangkat 50 jasad korban, meskipun tantangan di lokasi pencarian cukup besar. Keberhasilan ini menjadi sorotan penting dalam upaya pencarian dan penyelamatan, yang menyoroti ketangguhan dan dedikasi tim SAR.

Proses Evakuasi yang Menantang

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa kegiatan penyelaman merupakan bagian krusial dari operasi pencarian dan evakuasi korban. Dalam evaluasi terbaru, tim penyelam melakukan rata-rata empat hingga lima sortie setiap harinya. Setiap sortie melibatkan dua hingga tiga tim, dengan masing-masing tim terdiri dari lima penyelam yang terlatih.

Sejak kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 13 September 2023, penyelaman dimulai pada hari ketiga operasi, berlangsung antara pukul 09.00 hingga 16.00 WITA. Hingga hari ke-21, sebanyak 50 korban dengan kondisi meninggal dunia berhasil dievakuasi oleh tim penyelam.

Metode Penyelaman dan Kendala yang Dihadapi

Syafii menekankan bahwa metode penyelaman memiliki dampak yang signifikan dalam pencarian korban. Namun, pelaksanaan metode ini tidak tanpa tantangan. Cuaca dan kondisi di lokasi operasi sering kali menjadi faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas penyelaman.

Tim juga menemukan bahwa semakin dalam penyelaman dilakukan, semakin kompleks risiko yang harus dihadapi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara strategi pencarian dan keselamatan para penyelam.

Panjang Penetrasi dan Kendala di Dalam Kapal

Dalam operasi tersebut, penyelam telah berhasil melakukan penetrasi mencapai 10 hingga 15 meter ke dalam kapal. Namun, upaya untuk menyelam lebih dalam terhalang oleh banyaknya barang, material, dan debris yang terdapat di dalam kapal. Beberapa jendela kapal sudah dibuka dan dapat diakses, namun setelah hari ke-19, tidak ada lagi korban yang ditemukan melalui akses tersebut.

Risiko yang Dihadapi Tim Penyelam

Salah satu faktor yang memengaruhi risiko penyelaman adalah struktur kapal yang tidak stabil. Posisi kapal yang masih dapat berubah menjadi sumber kekhawatiran, terutama jika terjadi perubahan mendadak saat penyelam berada di dalamnya. Hal ini dapat meningkatkan risiko bagi keselamatan tim penyelam.

Selain itu, kondisi visibilitas yang sangat rendah akibat sedimen dan debris menjadi tantangan tersendiri. Ini tidak hanya memperlambat proses pencarian, tetapi juga meningkatkan risiko disorientasi bagi penyelam. Ancaman lain termasuk banyaknya benda tajam yang bisa menyebabkan luka serta potensi bahaya kimia dari tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.

Waktu Kerja dan Pembatasan dalam Penyelaman

Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas menjadi faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan menggunakan peralatan scuba, waktu kerja penyelam diperkirakan tidak lebih dari 20 menit per penyelaman. Berbagai faktor seperti kondisi kapal, lingkungan bawah air, visibilitas, serta kedalaman menjadi pertimbangan penting selama operasi SAR ini.

Perkembangan Terakhir Operasi SAR

Hingga hari ke-21 operasi SAR pada Sabtu malam, Basarnas melaporkan bahwa total 188 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang ditemukan meninggal dunia. Masih ada 55 korban lainnya yang sedang dalam proses pencarian, dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan yang ada, Basarnas memutuskan untuk melanjutkan operasi SAR dengan waktu yang fleksibel. Penyesuaian ini akan dilakukan berdasarkan situasi di lapangan dan jumlah personel yang terlibat, tetap berkoordinasi dengan semua instansi yang telah berpartisipasi sejak awal operasi.

➡️ Baca Juga: Prioritas Stabilitas Harga Bahan Pokok untuk Kesejahteraan Ekonomi Nasional

➡️ Baca Juga: E’LAST Umumkan Pembubaran Setelah 6 Tahun Berkarya di Industri K-Pop

Related Articles

Back to top button