INFORMASI SEKOLAH
Market Day

Market Day

[Jatisampurna] – Terik matahari serta kobaran semangat dari para siswa turut meramaikan acara tahunan market day SD Islam dan Tahfidz Ath-thooriq. Para siswa sibuk menata dagangannya di stand masing-masing, semua terlihat rapi dan siap untuk menawarkan dagangannya baik produk kelas maupun produk rumah masing-masing. Ada banyak wali murid yang hadir dan ikut meramaikannya sebagai salah satu sasaran pasar pada acara ini, begitu juga dengan para guru dan karyawan yang terlibat dalam acara tahunan yang besar ini.

Produk Kelas 6
Produk Kelas 5

 

Produk Kelas 4
Produk Kelas 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagaimana tema market day di tahun ini “Menyiapkan Generasi Islam Terampil Berwirausaha”, guru hanya mengarahkan siswa berdagang untuk mengukur sejauh mana mereka mampu berjual beli dengan cara yang baik dan benar. Acara yang tidak semata-mata berorientasi pada untung rugi akan tetapi juga meningkatkan potensi dan keterampilan siswa sebagai modal dan bekal awal siswa untuk kedepannya menjadi pribadi muslim yang tangguh, mandiri dan berani berwirausaha.

Salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa enterpreneurship bagi siswa. Karena di era modern ini semua serba bersaing, semua serba ingin menampilkan yang terbaik. Begitu juga sekolah dan guru terus berinovasi agar siswa terus berkembang dan mempunyai keterampilan untuk bertahan hidup dan berani bersaing di kemudian hari. Karena berdagang adalah sebuah keterampilan dan tidak semua orang mempunyai keterampilan itu.

Kepala Sekolah Borong Jajanan
Pak Guru Ikut Mempromosikan

 

 

 

 

 

 

Terdapat berbagai jenis barang yang dijual, ada yang menjual aneka makanan, minuman, alat tulis, mainan, ikan beneran juga ada. Harganya pun juga bersaing  karena  peserta yang  membawa dagangan pribadi lumayan banyak. Mereka juga berani untuk mempromosikan dagangannya masing-masing, melakukan transaksi jual beli kemudian menyimpan  dan menghitung keuntungannya, tentu para orang tua dilarang untuk membantu anaknya dalam acara ini karena siswa diajarkan untuk bisa dan mandiri. Selain membuat produk, mereka juga belajar untuk menjualkannya “bagaimana nih agar produk yang kita bikin ini habis terjual/laku semuanya?” Ketika produk mereka laku terjual, kita bisa lihat betapa senangnya anak-anak kita dapat keuntungan dari penjualan tersebut, setelah usaha keras dan keringat mereka untuk menawarkan dagangannya kepada para pembeli agar habis. Ya walaupun tidak seberapa banyak tapi di situ mereka belajar juga bagaimana letih nya orang tua mereka mencari uang. Market day juga menjadi sarana agar menumbuhkan rasa menghargai perjuangan orang tua mereka mencari nafkah.

Menawarkan Dagangannya
Transaksi

 

 

 

 

 

 

Sedikit pengalaman penulis tentang market day saat di pesantren dulu. Dengan modal Rp. 100.000 per kelasnya yang diambil dari uang kas, kami putuskan untuk menjual soto. Pagi-pagi kami mulai cari bahan dan masak, kemudian kami gelar tikar dan menata meja-meja kecil di samping stand, kami desain stand tersebut agar menjadi daya tarik tersendiri bagi para guru, wali murid, serta para siswa untuk membeli dagangan kami yaitu soto ayam yang harga per-mangkoknya hanya Rp. 6.000. Dari modal Rp. 100.000, untung bersih yang kita dapatkan lebih dari Rp. 200.000 wow Masya Allah.

Dari situ penulis mulai berfikir bagaimana jika setiap hari jualan dan mendapat laba Rp. 200.000 per-hari dikalikan 30 hari berdagang, berapa? 6 juta. Sampai sekarang pun penulis berani dan terus berdagang meski bukan jualan soto. Karena seperti yang penulis sebutkan diatas, berdagang adalah sebuah keterampilan dan keterampilan itu tidak dimiliki oleh setiap orang. Terus belajar dan banyak latihan membuat kita semakin terampil dalam hal apapun itu.

Rasul kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan umatnya untuk berdagang dan menjadikan perdagangan itu sebagai mata pencaharian terbaik seorang muslim. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Rafi’ bin Khadij dia berkata,

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ « عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ »

Ada yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi). (HR. Ahmad, Ath Thobroni, dan Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Semoga Allah selalu mendatangkan keberkahan dan memudahkan kita semua istiqomah di jalan yang lurus untuk menggapai ridho-Nya.

 

Penulis,

Rizky Lestari

(Guru Diniyyah Kelas III)

(Mahasiswi LIPIA)

(Alumni SDIT Ath-Thooriq Tahun 2008/2009)

 

Laman kami :

——————————————————————

Alamat :

  • Komplek Masjid Thoriiqul Huda Jl. Elang V Rt. 003 Rw. 05 No. 99A Kel. Jatisampurna Kec. Jatisampurna Kota Bekasi, 17433
  • Maps : https://goo.gl/maps/mFMnD6GLzvP2

——————————————————————

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *