Layanan Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara Beroperasi Kembali Setelah 6 Tahun Vakum

Setelah hiatus selama enam tahun akibat pandemi Covid-19, layanan kereta penumpang antara Tiongkok dan Korea Utara kembali beroperasi. Pembukaan kembali layanan ini telah menghidupkan kembali pertukaran lintas batas yang signifikan antara dua negara tersebut.
Kembali Beroperasi: Layanan Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara
Kamis (12/3) menjadi hari bersejarah ketika layanan kereta penumpang yang menghubungkan Tiongkok dan Korea Utara mulai beroperasi lagi, setelah terhenti selama enam tahun. Menurut laporan, kereta menuju Pyongyang telah berangkat dari Stasiun Kereta Api Beijing pada Kamis sore. Sementara itu, kereta lainnya telah berangkat dari kota Korea Utara menuju Beijing pada pagi harinya.
Layanan ini, yang menghubungkan kedua ibu kota, beroperasi empat kali seminggu. Jadwal keberangkatan kereta ditentukan setiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu.
Penumpang Terbatas
Saat ini, penumpang kereta antar negara ini hanya terbatas pada diplomat dan pebisnis. Hal ini dikarenakan Korea Utara belum memulai kembali penerbitan visa untuk wisatawan.
Kereta Lintas Batas Harian
Di sisi lain, layanan kereta lintas batas harian antara Dandong, sebuah kota perbatasan di Provinsi Liaoning, timur laut Tiongkok, dan Pyongyang juga mulai beroperasi lagi pada hari yang sama.
Menariknya, tiket untuk kereta pertama setelah layanan ini dipulihkan ternyata terjual habis di Tiongkok.
Sejarah Layanan Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara
Layanan kereta penumpang antara Tiongkok dan Korea Utara ini pertama kali dimulai pada tahun 1954 dan telah lama dianggap sebagai simbol persahabatan bilateral. Tiongkok memang menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara dan penyumbang ekonomi jangka panjang.
Posisi Korea Utara di Dunia Wisata Internasional
Meski layanan ini telah kembali beroperasi, Korea Utara belum sepenuhnya membuka diri untuk wisatawan internasional, bahkan setelah pandemi. Negara ini hanya menerima sejumlah kecil kelompok wisata dari Rusia. Maraton internasional yang seharusnya diadakan pada 5 April di Pyongyang pun dibatalkan dengan alasan yang tidak diketahui.
Sebelum Korea Utara menutup perbatasannya pada awal tahun 2020 karena krisis kesehatan global, warga negara Tiongkok merupakan persentase terbesar dari wisatawan asing.
Upaya Pengembangan Pariwisata Korea Utara
Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, berjanji untuk mengembangkan pariwisata menjadi “industri baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan peradaban negara.” Janji ini disampaikan saat kongres penting Partai Buruh Korea yang berkuasa pada bulan Februari.
Pada September tahun lalu, Kim Jong Un juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan komunikasi strategis.
➡️ Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Baru di Bawah Rp5 Juta dengan Spesifikasi Unggulan 2026
➡️ Baca Juga: Hasil Positif Program Pengentasan Perdagangan Daging Anjing di NTT Terlihat Jelas