Bagi siswa kelas 12 yang sedang mempersiapkan tugas Bahasa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan halaman 31, kami hadir dengan pembahasan menyeluruh mengenai cerpen berjudul “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji” karya Ahmad Tohari. Artikel ini tidak hanya akan memberikan kunci jawaban, tetapi juga membantu siswa memahami lebih dalam tentang karakter dan tema yang diangkat dalam cerita. Dengan memahami cerpen ini, siswa dapat memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kemampuan analisis sastra mereka. Mari kita mulai dengan merangkum inti dari cerpen tersebut sebelum berlanjut ke pembahasan kunci jawaban.
Gambaran Umum Cerpen “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji”
Cerpen ini mengisahkan Mardanu, seorang pria berusia 70 tahun yang merupakan mantan prajurit. Dalam hidupnya, Mardanu pernah berperan penting dalam menembak jatuh dua pesawat musuh, namun setelah pensiun, ia merasa tidak nyaman dengan pujian yang diterimanya. Pujian tersebut, menurut Mardanu, membuatnya merasa terbebani, terutama ketika masyarakat desa menyebutnya pahlawan. Ia merasa bahwa pencapaian dan kondisinya yang masih segar di usia senja bukanlah hal yang luar biasa, melainkan sesuatu yang wajar.
Situasi mulai berubah ketika cucunya, Manik, datang berkunjung dan menyanyikan lagu tentang burung kutilang. Nyanyian tersebut menyentuh hati Mardanu dan membuatnya menyadari bahwa burung peliharaannya seharusnya bebas. Tindakan melepaskan burung kutilang tersebut membawa Mardanu pada perasaan bahagia, terutama ketika pujian tulus dari cucunya membuatnya merasa dihargai tanpa beban.
Karakter Tokoh Utama: Mardanu
Mardanu digambarkan sebagai sosok pria tua yang meskipun sudah berusia lanjut, tetap memiliki fisik yang bugar. Namun, di balik penampilan fisiknya, terdapat sisi emosional yang cukup sensitif. Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai karakter Mardanu:
- Seorang mantan prajurit yang memiliki pengalaman berharga dalam sejarah hidupnya.
- Berhasil membesarkan dua anak hingga mandiri, di mana satu anaknya memiliki usaha kios kelontong dan yang lainnya bekerja sebagai sopir truk semen.
- Memiliki karakter yang terlihat tenang, namun sebenarnya rapuh secara emosional.
- Gemar memelihara burung kutilang, menggambarkan sisi lembut dalam dirinya.
- Merasa tidak nyaman dengan pujian yang tidak tulus, merasa bahwa hal tersebut menjadi beban yang harus dipikul.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31
Setelah memahami gambaran umum dan karakter Mardanu, kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di halaman 31 untuk membantu siswa mencocokkan jawaban mereka.
1. Mengapa Mardanu merasa terbebani ketika mendapatkan pujian?
Jawaban: Mardanu menganggap pujian yang diterimanya tidak perlu karena ia melihat masa lalunya sebagai seorang pahlawan, kondisi fisiknya yang masih sehat, serta keberhasilan anak-anaknya sebagai hal yang biasa. Dia merasa bahwa tidak ada yang istimewa dari prestasi tersebut, sehingga seharusnya pujian tidak perlu terus-menerus dilontarkan.
2. Apa yang mendorong Mardanu melepaskan burung kutilang?
Jawaban: Keputusan Mardanu untuk melepaskan burung kutilangnya dipicu oleh nyanyian sederhana dari cucunya, Manik. Lagu yang dinyanyikan Manik mengenai burung kutilang yang bebas bernyanyi di alam membangkitkan kesadaran dalam diri Mardanu bahwa burung tersebut seharusnya hidup bebas, bukan terkurung dalam sangkar.
3. Pujian seperti apa yang justru membuat Mardanu tersipu?
Jawaban: Pujian yang membuat Mardanu merasa tersipu adalah pujian tulus dari cucunya, Manik, setelah mengetahui bahwa kakeknya telah melepaskan burung kutilang. Berbeda dengan pujian dari orang dewasa yang sering dianggapnya sebagai beban, pujian polos dari Manik justru memberikan kebahagiaan dan kelegaan.
4. Apa makna tersirat dalam cerpen “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji”?
Jawaban: Cerpen ini menyiratkan bahwa manusia pada dasarnya membutuhkan kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi atau pujian dari lingkungan sekitar. Selain itu, cerita ini menunjukkan bahwa pujian yang disampaikan dengan tulus dan tanpa kepentingan tertentu dapat memiliki makna yang lebih mendalam, sedangkan pujian yang bersifat formal justru dapat dirasakan sebagai tekanan.
Dengan memahami konteks dan karakter dalam cerpen “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji”, siswa diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan lebih baik. Sangat disarankan untuk membaca cerpen secara utuh agar dapat menangkap nuansa dan makna yang lebih dalam. Teruslah belajar dan kembangkan kemampuan analisis sastra Anda.
➡️ Baca Juga: Dave Bautista Resmi Menjadi Kratos Menggantikan Ryan Hurst di Serial God of War
➡️ Baca Juga: Pertarungan Seru Man City vs Liverpool di Babak Perempat Final Piala FA 2026, Jadi Sorotan Utama!
