Dunia maya baru-baru ini diguncang oleh sebuah kisah yang menyentuh hati, yakni tentang Rakha Dimas Bagus Surya Prasetya, putra buruh mebel Klaten yang diterima di program studi Teknik Pertambangan ITB. Kisahnya menjadi lebih spesial karena tiga profesor ITB datang menjemputnya langsung di rumahnya. Sang ibu tidak bisa menahan tangis haru saat mendengar kabar bahagia tersebut. Dengan segala keterbatasan, ibu Rakha tetap mengupayakan pendidikan terbaik untuk anaknya. Mari kita mengenal lebih dekat lagi sosok inspiratif ini.
Mengenal Rakha Dimas Bagus Surya Prasetya
Informasi dari profil LinkedIn pribadinya, Rakha adalah seorang pemuda asal Klaten yang berhasil diterima di salah satu program studi di ITB yang sangat bergengsi. Ia adalah putra dari seorang ibu yang bekerja di industri mebel untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Meskipun kondisi ekonomi keluarganya tidak berlebih, sang ibu tidak pernah berhenti mengejar impian putranya. Doa dan dukungan tanpa henti dari ibunya inilah yang akhirnya membawa Rakha ke salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Momen yang sangat emosional terjadi ketika Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, muncul di rumah Rakha. Ia datang bersama Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Syafrizal, dan alumni SMAN 1 Klaten, Hari. Tidak hanya ibunya, nenek Rakha juga tidak bisa menahan air matanya saat bertemu langsung dengan Rektor ITB.
“Kondisi ekonomi tidak menghalangi ibu Rakha untuk mendukung impian putranya. Di balik kesuksesan kita, ada doa ibu kita agar kita berhasil,” tulis akun Instagram @santosoim.
Hadiah dan Beasiswa
Pada kunjungan istimewa itu, Rakha menerima beberapa hadiah. Hari memberikan laptop ThinkPad canggih dari Paragon. Rakha juga menerima novel biografi Nurhayati Subakat, pendiri Wardah, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk perjalanan akademiknya ke depan. Selain itu, Rakha juga mendapatkan Beasiswa KIP-K dan dukungan penuh dari Paragon. Dengan demikian, biaya kuliah tidak lagi menjadi beban bagi keluarganya.
“Jangan takut untuk kuliah tinggi karena banyak beasiswa yang menunggu,” tulis @santosoim.
Pendidikan Rakha
- SMAN 1 Klaten – Jurusan Matematika dan Ilmu Komputer, dengan nilai 92,678. Ia aktif dalam Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dan memiliki keahlian dalam Public Speaking
- Institut Teknologi Bandung – Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (Faculty of Mining and Petroleum Engineering), mulai Agustus 2025 hingga saat ini
Alasan Rakha Memilih Teknik Pertambangan ITB
Keputusan Rakha untuk memilih Teknik Pertambangan ITB bukanlah tanpa alasan. Program studi ini menduduki peringkat 51-100 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 kategori Engineering – Mineral and Mining. Ini adalah bukti bahwa pendidikan pertambangan di ITB adalah yang terbaik dan tidak bisa dianggap remeh. Prospek karier bagi lulusannya sangat luas, mulai dari perusahaan pertambangan besar seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Kaltim Prima Coal, PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral, PT Vale Indonesia, PT Geo Dipa Energi, hingga perusahaan multinasional seperti BHP. Selain itu, peluang karier juga terbuka di sektor lain seperti kontraktor alat berat, perusahaan semen, Pertamina, perusahaan pembangkit listrik, jasa konsultan pertambangan, perbankan, bursa efek, birokrasi pemerintahan, hingga dunia penelitian seperti BRIN dan Litbang Industri.
Jadwal Penting Seleksi Masuk ITB 2026
Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak Rakha, berikut adalah jadwal penting seleksi masuk ITB 2026 yang perlu Anda catat.
- Jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)
- Jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes)
- Jalur IUP (International Undergraduate Program)
- Jalur Seleksi Siswa Unggul (SSU)
Kisah Rakha ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tidak takut bermimpi tinggi, karena banyak beasiswa yang menunggu. Semoga bermanfaat!
➡️ Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Dewa United vs Digger Leg 2 AFC Challenge League 2026
➡️ Baca Juga: Daftar ATM Terdekat Pecahan 10 Ribu & 20 Ribu di Semarang dan Kota Besar Jawa Tengah
