Pelantikan 471 Perwira Transportasi Kemenhub di Makassar untuk Memperkuat Keselamatan Transportasi Nasional

MAKASSAR – Dalam menghadapi tantangan keselamatan transportasi laut dan dinamika yang terus berkembang dalam industri penerbangan, Kementerian Perhubungan Indonesia mengambil langkah strategis dengan melantik 471 perwira transportasi. Acara pelantikan ini dilaksanakan di kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu, 29 Agustus.
Penguatan Sumber Daya Manusia Transportasi
Para perwira yang dilantik ini merupakan lulusan dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar. Mereka disiapkan untuk memperkuat aspek keselamatan serta meningkatkan kualitas layanan dalam sektor transportasi, serta untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang di industri ini.
Tanggung Jawab Baru Perwira Transportasi
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto, menyatakan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para perwira. Mereka diharapkan dapat menerapkan kompetensi yang telah dipelajari serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem transportasi nasional.
Suharto menekankan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi sebagai fondasi utama untuk memastikan keselamatan. Ia menjelaskan bahwa kompetensi harus menjadi kekuatan, integritas sebagai dasar, disiplin sebagai kebiasaan, dan keselamatan sebagai budaya dalam menjalankan tugas mereka.
Tantangan Keselamatan Transportasi
Dalam konteks keselamatan, kebutuhan akan SDM yang kompeten semakin mendesak. Data dari Basarnas menunjukkan bahwa dari Januari hingga 15 Agustus 2026, terdapat 601 operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terkait dengan kecelakaan kapal, yang mempengaruhi lebih dari 3.600 orang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan SDM dalam menghadapi tantangan keselamatan di lapangan.
Dinamika Sektor Penerbangan
Sektor penerbangan juga tidak luput dari tantangan, dengan data dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menunjukkan penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik sebesar 5,82% di tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, terjadi penurunan sebesar 1,63% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPSDMP menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa SDM transportasi perlu memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar kompetensi teknis. Mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan, memahami tantangan industri, serta menghadirkan inovasi dan solusi efektif.
Harapan untuk Lulusan
Dalam laporan pendidikan bersama, Capt. Sidrotul Muntaha selaku Direktur Poltekpel Barombong dan Sukarwoto selaku Direktur Poltekbang Makassar mengungkapkan bahwa 471 perwira yang dilantik ini berasal dari berbagai program pendidikan dan peningkatan kompetensi. Lulusan-lulusan ini diharapkan dapat menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan keselamatan dalam menjalankan tugas mereka.
Rincian Program Pendidikan
Berikut adalah rincian mengenai latar belakang pendidikan para perwira yang dilantik:
- 135 taruna dari Program Pembentukan Diploma III, terdiri dari:
- 179 taruna dari Program Pembentukan Non-Diploma, yang terdiri dari:
- 157 perwira siswa mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Pelaut pada jenjang Diklat Pelaut (DP) Tingkat II, III, IV, dan V.
Regulasi dan Pedoman Pendidikan Transportasi
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di sektor transportasi ini dilakukan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Pelayaran dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Melalui penguatan pendidikan dan peningkatan kompetensi tersebut, BPSDMP berkomitmen untuk mendorong terciptanya SDM transportasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Visi untuk Transportasi Indonesia
Dengan adanya pelantikan perwira transportasi Kemenhub ini, diharapkan dapat mendukung transportasi Indonesia yang aman, nyaman, andal, serta berkelanjutan. Keberhasilan pendidikan di bidang transportasi akan terlihat dari sejauh mana para perwira dapat meningkatkan keselamatan, kualitas pelayanan, serta memberikan solusi bagi berbagai persoalan yang ada, demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Kelanjutan Karir TEN di WayV Setelah Meninggalkan SM Entertainment
➡️ Baca Juga: AI dan Satelit Dapat Mencegah Karhutla Sebelum Api Menyebar, Inilah Cara Kerjanya




