Keubitbit Berjuang Membawa Musik Indonesia ke Panggung Dunia setelah Hampir Batal ke Kanada

Band etnik modern asal Aceh, Keubitbit, baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah perjalanan mereka untuk tampil di Niagara Jazz Festival 2026 di Ontario, Kanada, hampir terhalang oleh masalah pendanaan. Dijadwalkan tampil pada 4 hingga 5 Juli 2026, Keubitbit menghadapi tantangan serius karena sebagian besar dana yang mereka peroleh harus dicairkan setelah acara selesai, sedangkan mereka membutuhkan dana untuk tiket pesawat dan pengurusan visa jauh sebelum keberangkatan yang direncanakan pada 2 Juli 2026. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Keubitbit menjelaskan upaya mereka untuk mencari dana talangan agar semua kebutuhan keberangkatan dapat terpenuhi tepat waktu.

Perjuangan Menuju Panggung Internasional

Pada tanggal 14 Agustus 2026, Keubitbit tampil dalam Gaia Music Festival di The Gaia Hotel, Bandung. Dalam kesempatan itu, Aloel, vokalis sekaligus bassis band, berbagi cerita tentang proses yang mereka lalui untuk bisa berangkat ke Kanada. Dia menjelaskan bahwa undangan untuk tampil di festival tersebut diterima sekitar tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan. “Sebenarnya, jika kita melihat ke belakang, undangan itu datang tiga bulan sebelum hari H, yang merupakan sekitar bulan April. Kami harus berangkat ke Kanada pada bulan Juli. Prosedurnya memang standar, tetapi kendala kami adalah bagaimana mencari solusi,” ungkap Aloel.

Menurut Aloel, meskipun pemerintah telah memberikan dukungan terhadap kegiatan seni, masih ada kebutuhan untuk memperluas ruang diskusi agar mekanisme pendanaan bagi seniman yang diundang tampil di luar negeri bisa lebih efektif. “Alhamdulillah, pemerintah hadir dalam ruang seni, namun kami merasa penting untuk ada lebih banyak diskusi agar tim kesenian yang diundang secara khusus bisa mendapatkan dukungan yang tepat,” lanjutnya. Keubitbit menerima undangan langsung tanpa melalui agen, yang membuat mereka merasa lebih terhubung dengan acara tersebut.

Mencari Solusi Pendanaan

Dengan waktu yang terbatas, Keubitbit harus bergerak cepat dalam mencari solusi pendanaan. Aloel mengungkapkan bahwa mereka baru memperoleh titik terang dalam pencarian dana talangan sehari sebelum keberangkatan. “Kami sudah menghitung total biaya yang diperlukan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari penalangan. Alhamdulillah, kami baru mendapatkan dana tersebut H-1 sebelum keberangkatan ke Kanada,” tuturnya.

Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi Aloel mengenai perlunya sistem pendanaan yang lebih adaptif bagi seniman yang mendapatkan kesempatan tampil di panggung internasional. “Ini menjadi menarik, dan kami berharap ada lebih banyak diskusi untuk menjadikan posisi seniman sebagai alat transportasi untuk memperkenalkan produk budaya Indonesia ke dunia,” katanya.

Harapan Keubitbit untuk Masa Depan

Keubitbit berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak peluang bagi seniman Indonesia untuk mempromosikan kekayaan budaya dan musik Nusantara di kancah internasional. “Sebagai seorang seniman, saya berharap pemerintah mau menciptakan lebih banyak peluang dan ruang untuk memperhatikan bahwa kekayaan Indonesia tidak hanya ditulis di kertas, tetapi harus dieksekusi dengan baik baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Aloel.

Didin Marlin, gitaris Keubitbit, menegaskan bahwa salah satu misi utama mereka adalah memperkenalkan kekayaan bunyi Nusantara kepada pendengar di seluruh dunia. “Salah satu tujuan kami adalah agar kekayaan bunyi Nusantara dapat dikenal secara global. Ini adalah tantangan besar bagi kami sebagai seniman yang sedang berproses. Semoga di masa depan, program-program kami di dalam dan luar negeri dapat terealisasi dengan baik,” tambah Didin.

Dukungan untuk Seniman Indonesia

Keberhasilan Keubitbit dalam menghadapi tantangan pendanaan menunjukkan pentingnya dukungan yang lebih baik dari pemerintah untuk seniman yang ingin tampil di panggung internasional. Mendorong dialog antara pemerintah dan seniman menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa seniman tidak hanya menjadi beban, tetapi juga menjadi duta budaya yang dapat membawa musik Indonesia ke panggung dunia.

Dengan langkah-langkah ini, Keubitbit dan seniman lainnya dapat lebih mudah mengatasi tantangan yang ada dan terus melangkah untuk memperkenalkan musik Indonesia ke panggung dunia. Perjuangan mereka bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menghargai dan mengangkat kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

➡️ Baca Juga: Warga Jakarta Utara Ikuti Pelatihan Budi Daya Edamame untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan

➡️ Baca Juga: Jembatan Suramadu Ditutup Sementara dengan Skema Buka-Tutup Selama 2 Menit

Exit mobile version