Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menimbulkan kerugian yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp33,84 miliar. Kejadian ini tidak hanya mempengaruhi infrastruktur desa, tetapi juga berdampak luas terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup mereka pada pariwisata dan produk lokal. Dalam situasi seperti ini, penting untuk memahami dampak yang lebih dalam serta langkah-langkah yang diambil untuk pemulihan. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan penjelasan rinci mengenai kerugian dan upaya penanganan yang akan dilakukan.
Estimasi Kerugian Akibat Kebakaran
Menteri Pariwisata menegaskan bahwa total kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran di Desa Sade mencapai angka fantastis, yakni Rp33,84 miliar. Laporan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII, di mana Widiyanti menjelaskan bahwa berbagai pihak telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani situasi ini.
Dampak pada Infrastruktur
Kebakaran tersebut tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merusak identitas budaya desa. Sebanyak 75 hunian di dalam desa dan 20 hunian di luar desa terkena dampak langsung dari kebakaran ini. Selain itu, beberapa tempat pertemuan tradisional yang menjadi ikonik desa juga mengalami kerusakan.
- 4 unit Berugak Sekenam
- 6 unit Berugak Sakepat
- 1 unit Bale Beleq
Kerugian pada Sarana Umum
Bukan hanya rumah tinggal, tetapi sarana umum pun turut terpengaruh. Delapan lumbung padi, satu toilet umum, serta sejumlah fasilitas penting lainnya mengalami kerusakan. Berikut adalah daftarnya:
- 1 gerbang
- 1 pelonggu
- 1 masjid adat
- 69 artshop milik UMKM lokal
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kebakaran ini berdampak pada kehidupan banyak orang. Sekitar 320 pelaku pariwisata, termasuk pemandu lokal, perajin tenun, dan pelaku UMKM, merasakan dampak langsung dari insiden ini. Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa 189 kepala keluarga terpengaruh, menciptakan tantangan baru dalam pemulihan ekonomi desa.
Profil Pelaku Pariwisata yang Terdampak
Di antara mereka yang terkena dampak, terdapat berbagai profesi yang berkontribusi terhadap industri pariwisata. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- 75 pemandu lokal
- 120 perajin tenun
- 60 penjual suvenir dan UMKM
- 30 penari dan pemain gendang belek
- 15 pengelola parkir dan keamanan
Rencana Penanganan Jangka Pendek
Untuk mengatasi dampak segera dari kebakaran ini, pemerintah telah menyusun rencana penanganan yang mencakup bantuan makanan dan program pemberdayaan. Widiyanti menjelaskan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk mendukung masyarakat dan pelaku pariwisata yang terdampak.
Bantuan dan Program Pemberdayaan
Beberapa program yang direncanakan meliputi:
- Penyediaan dan distribusi stok makanan untuk korban
- Program pemberdayaan masyarakat dan pelaku pariwisata
- Penyediaan trauma healing bagi korban
- Pemberian bimbingan teknis
- Pemberdayaan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Kementerian Pariwisata juga berupaya untuk menyediakan dapur umum dan logistik. Kerjasama dengan Politeknik Pariwisata Lombok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/Polri, serta Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani krisis ini.
Inisiatif untuk Pemulihan Jangka Panjang
Pemerintah juga memikirkan rencana pemulihan jangka panjang yang lebih komprehensif. Tim kerja lintas kementerian/lembaga akan dibentuk untuk merumuskan strategi revitalisasi Desa Sade. Ini termasuk penyusunan master plan rekonstruksi dan pembangunan rumah layak huni.
Pembangunan Fasilitas Umum
Rencana ini mencakup pembangunan museum sementara dan masjid untuk mendukung kegiatan wisata, terutama menjelang event besar seperti MotoGP, yang diharapkan dapat menarik wisatawan kembali ke desa ini.
Desa Adat Sade dalam Konteks Wisata
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu dari 21 dusun dalam Desa Wisata Rembitan. Dalam aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta), desa ini masih tergolong sebagai desa wisata yang sedang berkembang. Dengan potensi budaya yang kaya, langkah-langkah pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan Desa Sade ke jalur pariwisata yang positif.
Dalam menghadapi tantangan pasca kebakaran ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata menjadi kunci. Pemulihan tidak hanya akan mengembalikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga akan memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Sade yang telah berjuang untuk bertahan dalam situasi yang sulit ini.
➡️ Baca Juga: Kesatria Bengawan Solo Menang Tipis atas Tangerang Hawks dengan Skor 100-98
➡️ Baca Juga: Saliba Ajak Arsenal Tetap Tenang Dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
