Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code untuk Meningkatkan Keamanan Maritim

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan keamanan maritim, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengadakan acara pengukuhan yang sangat penting. Sebanyak 25 individu telah resmi diangkat menjadi Auditor International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar keamanan internasional, tetapi juga menegaskan peran strategis negara dalam menjaga keselamatan pelayaran.

Penetapan Auditor ISPS Code

Acara pengukuhan yang berlangsung selama tiga hari dari 26 hingga 28 Agustus 2026 ini bertujuan untuk mengesahkan para auditor yang telah memenuhi syarat kompetensi sesuai dengan ISPS Code. Pengukuhan ini sangat penting karena auditor yang terpilih akan memiliki kewenangan untuk melaksanakan audit pada penerapan sistem keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, mengikuti ketentuan yang berlaku.

Peran Auditor dalam Keamanan Maritim

Triono, Pelaksana Tugas Direktur KPLP, menekankan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa armada dan pelabuhan beroperasi sesuai dengan standar keamanan internasional. Pengukuhan ini merupakan bagian dari strategi untuk melahirkan auditor yang tidak hanya kompeten, tetapi juga independen dan memiliki integritas tinggi dalam menjaga keamanan pelayaran nasional.

“Auditor yang baru dikukuhkan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa standar keamanan diterapkan dengan efektif. Mereka juga diharapkan dapat memperkuat budaya keamanan (security culture) di sektor maritim,” jelas Triono. Ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih besar untuk memperkuat sistem keamanan pelayaran nasional.

Tantangan dan Sinergi di Sektor Maritim

Triono juga mengingatkan bahwa sektor maritim akan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, seperti regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, PFSO (Port Facility Security Officer), CSO (Company Security Officer), SSO (Ship Security Officer), serta Auditor ISPS Code. Sinergi ini sangat penting agar implementasi ISPS Code dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi keamanan pelayaran nasional.

Peran Strategis Auditor ISPS Code

Seorang Auditor ISPS Code tidak hanya bertugas untuk melakukan pemeriksaan kesesuaian penerapan sistem keamanan, tetapi juga memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem keamanan baik untuk kapal maupun fasilitas pelabuhan.

“Auditor dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi, integritas, objektivitas, dan pemahaman mendalam mengenai ketentuan nasional serta standar internasional yang berlaku,” tambahnya. Dengan demikian, auditor diharapkan dapat menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Persiapan Sebelum Pengukuhan

Sebelum resmi dikukuhkan, para peserta menjalani serangkaian pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Auditor Pusat Direktorat KPLP. Kurikulum yang diberikan mencakup pemahaman regulasi nasional dan internasional, teknik audit dan inspeksi, penyusunan laporan, serta evaluasi kompetensi akhir. Pendidikan ini bertujuan untuk memastikan para auditor siap menghadapi tantangan yang ada di lapangan.

Harapan Setelah Pengukuhan

Setelah pengukuhan, Auditor ISPS Code diharapkan mampu melakukan audit dengan profesionalisme, independensi, dan objektivitas. Mereka juga diharapkan untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran yang berkelanjutan. Di samping itu, auditor diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja masing-masing.

“Dengan pengukuhan ini, Ditjen Perhubungan Laut berharap para auditor dapat menjalankan tugas mereka secara objektif dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dunia internasional terhadap sistem transportasi laut Indonesia yang aman, selamat, dan andal,” tutup Triono. Dengan langkah ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin dalam keamanan maritim di kawasan dan dunia. Dengan adanya auditor yang terlatih dan berkualitas, diharapkan keamanan pelayaran nasional dapat terjaga dengan baik, memberikan rasa aman bagi semua pihak yang terlibat dalam industri pelayaran.

➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Buka Suara Tentang Perkembangan JIS Untuk Konser BTS 2026: Apakah Ada Hambatan?

➡️ Baca Juga: Kementerian Sosial Reaktivasi Jutaan Peserta BPJS PBI untuk Kembali Aktif

Exit mobile version