Jatim Kirim Tim SAR dan Dokter untuk NTT

— Paragraf 1 —
SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik senilai Rp985,8 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
— Paragraf 2 —
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin.
— Paragraf 3 —
Dikutip dari Antara, Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antardaerah untuk membantu penanganan bencana di NTT.
— Paragraf 4 —
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujarnya.
— Paragraf 5 —
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8).
— Paragraf 6 —
Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta unsur potensi pencarian dan pertolongan.
— Paragraf 7 —
Satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan mendukung pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.
— Paragraf 8 —
Selain itu, Pemprov Jatim mengirim tim kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya yang terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta membawa obat-obatan dan peralatan medis.
— Paragraf 9 —
Pada tahap awal, bantuan logistik mencapai 8,4 ton senilai Rp985.816.345. Bantuan tersebut terdiri atas perlengkapan anak, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai biskuit.
— Paragraf 10 —
“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.
— Paragraf 11 —
Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (17/8) menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende. Setibanya di Ende, bantuan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT.
— Paragraf 12 —
“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkatkan tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.
— Paragraf 13 —
Khofifah menegaskan dukungan Jawa Timur akan terus disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
— Paragraf 14 —
“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” katanya.
➡️ Baca Juga: 12.508 Peserta Daftar UTBK SNBT di Universitas Singaperbangsa Karawang
➡️ Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Netflix Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Populer



