Indonesia Siap Memperluas Pasar Global dengan Produk Syariah Melalui Dorongan BI

Indonesia kini berada di ambang peluang besar untuk mengukuhkan posisinya sebagai penyedia utama kebutuhan ekonomi syariah di tingkat global. Dengan adanya dorongan dari Bank Indonesia (BI), negara ini sedang mempersiapkan diri untuk memperluas jangkauan produk syariah melalui inovasi dalam berbagai sektor, termasuk produk halal, modest fashion, pariwisata ramah Muslim, dan layanan keuangan syariah. Hal ini menciptakan potensi yang signifikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.
Peluang Produk Syariah di Pasar Global
Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa besarnya populasi Muslim di seluruh dunia, yang mencapai hampir dua miliar orang, serta penerimaan positif dari masyarakat non-Muslim terhadap produk berbasis nilai-nilai syariah, memberikan Indonesia kesempatan untuk memperluas pangsa pasar produknya secara global. Hal ini menjadi indikator bahwa produk syariah memiliki daya tarik yang kuat dan potensi pertumbuhan yang luas.
Dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 yang diadakan di Surabaya, Destry menekankan pentingnya mengenali dan memanfaatkan peluang ini. “Peluang yang ada sangat besar, tidak hanya untuk masyarakat Muslim, tetapi juga bagi mereka yang non-Muslim jika kita melihat dari sudut pandang universal,” ujarnya.
Nilai Ekonomi Syariah Global
Data menunjukkan bahwa nilai rantai pasokan halal di global diperkirakan mencapai sekitar 2,6 triliun dolar AS pada tahun 2025 dan terus mengalami perkembangan yang pesat. Indonesia sendiri saat ini berada di peringkat keempat secara global dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dengan dukungan dari sektor-sektor seperti makanan halal dan pariwisata halal.
- Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam sektor makanan halal.
- Peringkat keenam untuk pariwisata ramah Muslim.
- Peringkat ketujuh dalam keuangan syariah.
- Peringkat keempat di sektor farmasi dan kosmetik halal.
- Peringkat ketiga dalam media dan hiburan bertema Islam.
Dalam konteks ini, Destry menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kontribusinya sebagai produsen dan pemasok kebutuhan ekonomi syariah di dunia. Hal ini membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk lebih aktif dalam memanfaatkan pasar internasional.
Pengakuan Global terhadap Produk Syariah Indonesia
Daya tarik produk syariah Indonesia, khususnya dalam sektor modest fashion dan makanan halal, telah terbukti mampu menembus pasar internasional. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia telah menunjukkan minat yang tinggi terhadap produk halal dari Indonesia. Meskipun negara-negara tersebut bukanlah negara dengan mayoritas Muslim, mereka tetap menghargai nilai-nilai syariah yang diusung oleh produk-produk tersebut.
Destry mengungkapkan bahwa, “Masyarakat non-Muslim di negara-negara ini sangat menghargai prinsip-prinsip yang ada dalam agama Islam.” Hal ini menunjukkan bahwa produk syariah tidak hanya diminati oleh konsumen Muslim, tetapi juga mampu menarik perhatian konsumen dari latar belakang yang berbeda.
Peluang dalam Sektor Pariwisata Ramah Muslim
Selain produk halal dan modest fashion, sektor pariwisata ramah Muslim juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Destry menekankan perlunya pengembangan yang lebih terintegrasi agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan wisatawan Muslim dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar. Dengan pendekatan yang tepat, sektor ini dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia.
- Pengembangan destinasi wisata yang ramah Muslim.
- Penawaran layanan yang sesuai dengan prinsip syariah.
- Peningkatan fasilitas untuk wisatawan Muslim.
- Kolaborasi dengan pelaku industri lokal.
- Promosi produk syariah di sektor pariwisata.
Namun, untuk mencapai potensi maksimal dalam sektor pariwisata ramah Muslim, ada kebutuhan untuk meningkatkan koordinasi antara berbagai pihak terkait. Hal ini mencakup pengembangan infrastruktur, promosi, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
Pentingnya Penguatan Sektor Keuangan Syariah
Sementara itu, Destry juga mengingatkan bahwa penguatan sektor keuangan syariah sangat penting untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha dan industri halal di Indonesia. Meskipun saat ini Indonesia menduduki peringkat keempat dalam ekonomi syariah global, posisi ini mengalami penurunan dari sebelumnya di posisi ketiga. Negara-negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Filipina, juga mulai berupaya untuk mengambil peran sebagai pusat keuangan syariah.
Destry menegaskan bahwa penguatan sektor keuangan dinilai krusial untuk mendukung ekspansi industri halal di Indonesia. Dengan meningkatkan kapasitas produksi, akses pembiayaan, dan akses pasar, pelaku usaha Indonesia dapat lebih siap dalam menghadapi permintaan global yang semakin meningkat.
Strategi Meningkatkan Daya Saing Produk Syariah
Untuk memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok ekonomi syariah dunia, diperlukan strategi yang komprehensif. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Inovasi produk untuk memenuhi selera pasar global.
- Peningkatan kualitas dan standar produk.
- Pemasaran yang lebih efektif dan terarah.
- Kerjasama dengan negara lain dalam pengembangan produk syariah.
- Pelatihan dan pendidikan bagi pelaku usaha terkait prinsip syariah.
Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia tidak hanya dapat memperkuat posisinya dalam ekonomi syariah global, tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah dari pasar global yang semakin berkembang. Kesiapan untuk beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci utama untuk meraih keberhasilan dalam ekspansi produk syariah ke pasar internasional.
Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah Indonesia
Secara keseluruhan, dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global. Dukungan dari Bank Indonesia dan kerjasama antara berbagai sektor menjadi langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif dalam produk halal dan modest fashion, serta memperkuat sektor pariwisata dan keuangan syariah, Indonesia dapat memperluas jangkauan produknya dan memenuhi permintaan global yang terus meningkat.
Kedepannya, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan peluang yang ada di pasar global. Dengan komitmen yang kuat dan upaya yang terintegrasi, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat produk syariah dunia.
➡️ Baca Juga: Manchester City Raih Kemenangan Dramatis, Maresca Jelaskan Alasan Kepuasannya
➡️ Baca Juga: Persija Jakarta Tanpa Pemain Pilar, Apakah Macan Kemayoran Bisa Kalahkan Dewa United?




