Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, Masjid Habiburrahman kembali menjadi pusat perhatian, dipenuhi jamaah yang melaksanakan iktikaf. Aktivitas ibadah di masjid ini berlangsung hampir tanpa henti, mulai dari siang hingga dini hari, menciptakan suasana spiritual yang mendalam bagi semua yang hadir.
Peningkatan Jumlah Jamaah Iktikaf
Di dalam area masjid, para jamaah terlihat bergantian dalam kegiatan membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, serta mengambil waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan dengan qiyamulail. Di selasar, tenda-tenda berdiri rapi, menampung peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk luar kota, pada Rabu (18/3).
Sejarah Tradisi Iktikaf
Ketua Panitia Ramadan, Satya Krisnawan, menjelaskan bahwa tradisi iktikaf di Masjid Habiburrahman telah dimulai sejak tahun 1998 dan terus berkembang dari tahun ke tahun. Menurutnya, jumlah jamaah yang mengikuti iktikaf ini terus meningkat.
“Setiap tahunnya, jumlah peserta mengalami kenaikan. Saat ini, kami mencatat sekitar 500 tenda yang dapat menampung lebih dari 2.000 orang,” ujar Satya.
Peserta Iktikaf dari Berbagai Daerah
Peserta iktikaf tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi juga dari berbagai wilayah lain seperti Bogor, Depok, Garut, dan Tasikmalaya. Beberapa jamaah memilih untuk tinggal selama sepuluh hari penuh, sementara yang lain datang pada malam-malam tertentu untuk beribadah.
Rangkaian Kegiatan Iktikaf
Kegiatan yang diadakan selama iktikaf telah terjadwal dengan baik. Pada siang hari, terdapat kajian tematik, sore hari diisi dengan pengajian tambahan, dan malam harinya dilanjutkan dengan salat tarawih serta tadarus. Setelah jeda istirahat, peserta kembali bangun untuk qiyamulail hingga menjelang sahur.
Dalam sehari, jamaah ditargetkan untuk membaca tiga juz Al-Qur’an. Dengan pola ini, diharapkan setiap peserta dapat menyelesaikan 30 juz selama masa iktikaf.
Puncak Kegiatan Iktikaf
Menurut Satya, jumlah jamaah biasanya mencapai puncaknya pada malam-malam ganjil. Pada periode tersebut, peserta dapat mencapai antara 5.000 hingga 7.000 orang.
“Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Banyak jamaah yang datang meskipun tidak menginap,” tambahnya.
Fasilitas Pendukung Iktikaf
Untuk mendukung kegiatan iktikaf, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas yang memadai. Ini termasuk area tenda di selasar, posko kesehatan, serta penambahan toilet. Kapasitas masjid secara keseluruhan diperkirakan mampu menampung hingga 7.000 jamaah.
Antusiasme Masyarakat dalam Beribadah
Satya menekankan bahwa meningkatnya jumlah peserta ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan momen akhir Ramadan sebagai waktu untuk beribadah.
“Harapannya, jamaah dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Solusi Tepat Mengatasi Masalah TikTok Shop yang Tidak Bisa COD dengan Informasi Terbaru
➡️ Baca Juga: Layanan Keuangan Digital Masuk Fase Baru via Kolaborasi AI
