Ulasan Onimusha: Way of the Sword — Memperkenalkan Kembali Seri Onimusha dengan Baik

Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, seri legendaris Onimusha kembali hadir dengan karya terbaru dari Capcom, berjudul Onimusha: Way of the Sword. Game ini membawa pemain kembali ke dalam dunia gelap penuh petualangan yang menegangkan, di mana mereka harus menghadapi monster Genma yang mengerikan di era Edo, Kyoto, Jepang.
Pada kesempatan ini, kami akan mengupas tuntas Onimusha: Way of the Sword berdasarkan pengalaman langsung selama bermain. Terima kasih kepada Capcom yang telah memberikan kesempatan ini untuk menikmati game terbaru Onimusha di platform PC.
Bagaimana sebenarnya game yang sangat dinanti oleh para penggemar ini?
Ulasan Onimusha: Way of the Sword
Ayo kita mulai membahas ulasan Onimusha: Way of the Sword.
Story
Onimusha: Way of the Sword mengisahkan perjalanan seorang Samurai bernama Miyamoto Musashi yang bercita-cita menjadi Samurai terkuat. Untuk merealisasikan impiannya, Musashi menantang berbagai Samurai lainnya untuk membuktikan kemampuannya.
Suatu ketika, sesudah menaklukkan Samurai Yoshioka Seijuro dengan melumpuhkan tangannya, Musashi diserang oleh para murid lawannya. Meskipun berhasil melarikan diri, ia kemudian diserang oleh makhluk menakutkan bernama Genma.
Tidak terhindarkan, Musashi kalah dan akhirnya menemui ajalnya. Namun, dalam perjalanan ke alam baka, ia bertemu dengan sosok misterius yang memberinya Oni Gauntlet secara paksa. Dengan kekuatan baru ini, Musashi dihidupkan kembali ke dunia nyata.
Setelah mendapatkan Oni Gauntlet, hidup Musashi tak lagi sama. Dari seorang petarung biasa, ia kini menjadi Onimusha, sosok terpilih oleh Oni untuk menjaga gerbang neraka agar monster Genma tidak lepas ke dunia manusia.
Musashi kini harus menjalankan tugas barunya sebagai Onimusha dan melindungi dunia manusia dari ancaman Genma. Di balik ancaman ini, terdapat hubungan yang menarik antara monster Genma dan tindakan salah satu karakter yang seharusnya menjadi pahlawan.
Akankah Musashi mampu menyelamatkan dunia dan menjaga gerbang neraka? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam Onimusha: Way of the Sword.
Sebelum melangkah lebih jauh, saya awalnya berharap banyak terhadap fitur gameplay yang ditawarkan oleh Capcom. Namun, saya terkejut karena developer juga memperhatikan kualitas cerita yang hadir dalam game ini.
Dari segi plot, Onimusha: Way of the Sword menawarkan cerita yang sederhana; Musashi harus melindungi dunia dari ancaman Genma yang lolos dari gerbang neraka. Yang menarik adalah bagaimana Capcom mengeksekusi plot ini dengan sangat baik.
Dengan latar belakang zaman Edo, setiap elemen cerita dan karakter terasa kental dengan nuansa film Samurai Jepang. Karakter-karakter dalam game ini adalah versi fiksi dari tokoh bersejarah, seperti Miyamoto Musashi, namun dengan sentuhan dark fantasy yang membuatnya semakin menarik.
Setiap kali mengikuti cutscene, pemain akan merasakan seolah-olah menonton sebuah film atau drama Samurai Jepang, bukan sekadar bermain game.
Dengan demikian, dari segi narasi, Onimusha: Way of the Sword mampu membuat pemain terus penasaran untuk menyaksikan kelanjutan ceritanya.
Gameplay
Gameplay Onimusha: Way of the Sword mengusung genre Action Adventure dengan sistem pertarungan yang sangat menarik dan modern, berbeda dari seri-seri Onimusha sebelumnya.
Pemain, sebagai Musashi, dapat melancarkan serangan menggunakan katana atau kekuatan dari Oni Gauntlet. Musuh tidak hanya akan diam saja; mereka juga akan mengeluarkan serangan dengan pola dan timing yang bervariasi.
Pemain memiliki tiga opsi ketika musuh menyerang: Dodge, Block/Parry, dan Issen. Pada saat musuh melakukan serangan melee atau grab, pemain bisa melakukan Reflex Dodge. Jika musuh menyerang dengan senjata, pemain dapat memilih untuk melakukan Block atau Parry, dan melancarkan serangan balik jika timing-nya tepat.
Untuk Issen, pemain dapat melakukan serangan balik yang mematikan dengan timing yang sangat ketat saat serangan musuh mendekat. Konsep gerakan Issen ini bisa digambarkan sebagai “high gain, high risk”.
Walaupun terdengar menantang, setelah memahami sistem pertarungan dan timing serangan, gameplay ini menawarkan pengalaman yang sangat menyenangkan.
Untuk membantu Musashi dalam pertarungan, pemain dapat membuka dan meningkatkan berbagai kemampuan, pakaian, katana, serta Oni Gauntlet yang dimiliki. Beberapa item khusus dan Red Souls diperlukan untuk meng-upgrade kemampuan tersebut.
Dari segi eksplorasi, game ini mengadopsi sistem stage atau dungeon. Pemain akan menjalani beragam misi, seperti membasmi sarang monster Genma, membersihkan aura jahat, menyelamatkan warga setempat, mengambil item, menutup rift, dan masih banyak lagi.
Secara keseluruhan, gameplay lebih terfokus pada pertarungan yang menyenangkan, di mana pemain terlibat dalam aksi menebas, menghindar, dan membalas serangan musuh dengan timing yang tepat.
Graphic
Onimusha: Way of the Sword memanfaatkan RE Engine milik Capcom, yang dikenal kualitasnya dan sering digunakan pada banyak game baru, terutama seri Resident Evil.
Dari segi grafis, Onimusha: Way of the Sword tampil sangat baik untuk standar game AAA yang rilis di tahun 2026. Detail lingkungan, karakter, animasi, dan presentasi dalam cutscene menunjukkan keseriusan Capcom dalam hal grafis. Terutama saat menampilkan penampilan grotesque para monster Genma yang mengesankan.
Kualitas grafis game ini semakin terlihat saat cutscene, di mana animasi gerakan karakter dan ekspresi wajah mereka sangat halus.
Optimasi performa game juga sangat baik, tanpa adanya masalah signifikan yang mengganggu. Bahkan pada pengaturan grafis rendah di PC, pengalaman bermain tetap menyenangkan. Namun, tentunya disarankan untuk memainkan dengan pengaturan grafis maksimal sesuai spesifikasi PC yang dimiliki.
Secara keseluruhan, kualitas grafis Onimusha: Way of the Sword akan memanjakan mata para pemain saat beraksi.
Sound
Komposisi suara dan musik dalam Onimusha: Way of the Sword patut diacungi jempol. Salah satu elemen musik yang paling mencolok adalah penggunaan instrumen khas Jepang yang sangat kental, menemani pemain dalam setiap momen, baik saat cutscene maupun gameplay.
Bahkan saat bertarung, suara dari ayunan katana, tebasan, dan benturan dengan serangan musuh memberikan kepuasan tersendiri bagi pemain. Suara tersebut menambah adrenalin saat melawan musuh, baik itu monster Genma biasa maupun boss yang menantang.
Secara keseluruhan, musik dan efek suara di Onimusha: Way of the Sword akan memberikan pengalaman yang memuaskan saat bermain.
Dengan semua elemen yang telah dibahas, muncul pertanyaan, “Apakah Onimusha: Way of the Sword layak untuk dimainkan?” Jawaban singkatnya adalah ya. Game ini sangat patut dicoba saat ini.
Secara pribadi, saya merasa game ini menawarkan pengalaman yang sangat memuaskan. Tak peduli apakah Anda penggemar berat seri Onimusha atau tidak, game ini menawarkan cerita yang dapat berdiri sendiri, tanpa harus terikat dengan seri sebelumnya. Jika ada, pengaruhnya tidak terlalu signifikan bagi pemain baru.
Jika Anda khawatir dengan kesulitan sistem pertarungan yang membutuhkan pemahaman timing serangan musuh dan parry, tenang saja. Onimusha: Way of the Sword masih tergolong ramah, sehingga pemain dapat menikmati tanpa merasa tertekan oleh musuh yang agresif.
Di level kesulitan Action (Combat Focus), setiap musuh memiliki pola serangan yang masih dapat dibaca. Misalnya, ketika menghadapi lebih dari satu monster Genma, mereka biasanya akan menyerang secara bergiliran.
Saat menghadapi boss, mereka juga memiliki momen diam sebelum menyerang, memberikan kesempatan bagi pemain untuk mempersiapkan diri.
Pola gerakan musuh yang serupa dengan film Samurai Jepang ini memberikan nuansa unik yang dapat dinikmati oleh pemain.
Meskipun banyak aspek positif dalam game ini, bukan berarti Onimusha: Way of the Sword tanpa kekurangan. Salah satu yang mungkin akan dirasakan pemain adalah tempo permainan yang sering tidak stabil dalam alur cerita.
Di awal permainan, pemain akan menjalani berbagai tutorial sambil berhadapan dengan musuh dan boss. Saya kira setelah melawan boss pertama, tutorial akan selesai, namun ternyata tidak. Saat pertama kali berada di kota, pemain akan diminta mengikuti tutorial lagi dalam eksplorasi, membersihkan aura jahat, dan lainnya.
Setelah mengalahkan mid-boss di kota, masih ada tutorial yang harus diselesaikan. Tempo permainan yang tidak konsisten ini bisa sedikit mengganggu, mengingat fokus game ini adalah gameplay pertarungannya.
Selain itu, pemain mungkin juga akan merasa jenuh saat menjalani eksplorasi dan side quest di Kyoto. Banyak aktivitas yang terasa repetitif, seperti membasmi monster Genma atau mengambil item di lokasi tertentu.
Untungnya, ukuran peta di Kyoto tidak terlalu besar dan lokasi teleportasi biasanya tidak terlalu jauh dengan misi-misi yang ada.
Kekurangan yang saya sebutkan di atas bisa teratasi saat menjalani misi utama yang mengajak Anda menjelajahi lokasi berbeda di luar Kyoto. Menjalani cerita utama jauh lebih menarik dibandingkan dengan eksplorasi dan side quest, karena tantangan yang dihadapi lebih variatif, termasuk musuh yang lebih sulit dan boss yang menantang.
Demikianlah ulasan mengenai Onimusha: Way of the Sword berdasarkan pengalaman bermain di platform PC. Setelah membaca ulasan ini, apakah Anda jadi tertarik untuk mencoba game ini?
Onimusha: Way of the Sword menyuguhkan keseruan bermain sebagai Onimusha dalam melawan monster Genma!
Secara keseluruhan, Onimusha: Way of the Sword menawarkan pengalaman bermain yang intens, dengan sistem pertarungan yang menarik, eksekusi cerita yang mendebarkan ala film Samurai Jepang, serta musik yang meningkatkan adrenalin saat bermain.
Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui email.
➡️ Baca Juga: Mobil Innova Terperosok ke Rel KRL di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Usai Tabrak Trotoar
➡️ Baca Juga: Rahasia Dapur Sebenarnya: Kapan Menggunakan Stock atau Broth untuk Hasil Optimal?