Ratu Tisha Ungkap Strategi Mental Baja untuk Timnas Indonesia Tampil Tenang Seperti Jepang

Jakarta – Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, mengimplementasikan pendekatan berbasis ilmu olahraga dan penelitian ilmiah untuk membentuk karakter serta mentalitas pemain nasional. Tujuannya adalah agar para atlet memiliki “mental baja” yang diperlukan dalam kompetisi mendatang.
Pentingnya Mental dalam Sepak Bola
Ratu Tisha menyatakan bahwa isu “kalah mental” sering kali menjadi topik hangat dalam diskusi sepak bola. Ia percaya bahwa masalah ini tidak seharusnya hanya dibicarakan di tempat-tempat informal, tetapi juga perlu diteliti dan dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang lebih mendalam.
“Kita sering bertanya, apa yang kurang dari kita? Dan sering kali jawabannya adalah ‘kalah mental’. Dalam diskusi santai, kita dengan mudah mengeluarkan istilah ini setiap kali membahas pertandingan. Namun, alih-alih terus-menerus berdebat, mari kita ubah pendekatan kita menjadi penelitian yang lebih ilmiah,” ujar Ratu Tisha saat menghadiri konferensi pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.
Inisiatif Liga Universitas
Kompetisi Liga Universitas menjadi platform bagi Tisha untuk mengimplementasikan inisiatif ini. Dengan mengusung tema “Football For Mental Health”, liga ini berfokus pada pentingnya kesehatan mental bagi para pemain.
Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental
Tisha menjelaskan bahwa aktivitas fisik, terutama sepak bola, dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental. Sepak bola menawarkan berbagai aspek latihan yang dapat dieksplorasi secara ilmiah, termasuk pelatihan fisik, kondisi tubuh, dan pencegahan cedera.
- Pelatihan fisik yang meningkatkan daya tahan dan kekuatan.
- Kondisi tubuh yang mendukung performa optimal pemain.
- Pencegahan cedera untuk memastikan pemain tetap fit selama kompetisi.
- Penerapan aturan pertandingan yang mendukung pengembangan mental.
- Riset yang dapat mengukur dampak dari aspek-aspek tersebut terhadap performa pemain.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan aturan seperti “sin bin” yang telah diterapkan di Liga Universitas. Ini bisa menjadi subjek penelitian untuk mengevaluasi bagaimana aturan ini mempengaruhi kemampuan pemain dalam mengelola emosi saat bermain.
Visi Jangka Panjang untuk Sepak Bola Indonesia
Harapan Tisha adalah bahwa pendekatan yang diambil ini akan memberikan dampak positif dalam waktu satu dekade ke depan. Ia ingin mengakhiri anggapan bahwa Indonesia tidak dapat meraih kemenangan karena masalah mental.
“Visi kami adalah di masa depan, percakapan yang terjadi adalah mengenai kekuatan mental tim Indonesia. Kami ingin agar mental pemain kita menjadi salah satu yang terkuat di dunia, seperti yang kita lihat pada tim Jepang yang sangat tenang saat bertanding,” tambahnya.
Pentingnya Pengalaman Lapangan
Ia juga menekankan bahwa pembentukan mental yang kuat tidak dapat sepenuhnya diajarkan di ruang kelas. Pemain perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka pelajari dalam situasi pertandingan yang sebenarnya.
Oleh karena itu, Liga Universitas hadir sebagai wadah untuk melatih para pemain agar memiliki mental yang tangguh di arena pertandingan. Tisha menekankan bahwa metode pembelajaran seperti ini tidak bisa hanya dilakukan di kelas, melainkan harus diimplementasikan secara langsung di lapangan.
“Pembelajaran seperti ini tidak akan efektif jika hanya dibahas dalam kelas. Praktik di lapangan adalah kunci, karena sepak bola adalah tentang pengalaman nyata,” tutup Ratu Tisha.
➡️ Baca Juga: Sheila On 7 Resmi Tampil di POLIPONI Bali, Akhir Spekulasi yang Beredar Lama
➡️ Baca Juga: Sinner Akhiri Sensasi Jodar, Melangkah ke Semifinal Madrid Open




