Jakarta – Sebanyak sepuluh lembaga pendidikan yang didukung oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta menampilkan hasil kreasi batik mereka dalam acara Pertunjukan Rakyat Gayeng Guyub Sidomukti yang berlangsung di Pendopo Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang digelar dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya seni, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk melestarikan budaya lokal.
Program Sidomukti: Membangkitkan Kreativitas Siswa
Dalam rangkaian program Sidomukti, siswa dan guru berkesempatan untuk mengasah keterampilan membatik mereka, sekaligus menciptakan karya-karya yang memiliki motif unik yang mencerminkan identitas dan kreativitas masing-masing sekolah. Pameran ini memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil pembelajaran budaya mereka kepada masyarakat luas, menjadikan batik sebagai salah satu warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.
Daftar Sekolah yang Berpartisipasi
Sepuluh sekolah yang ikut serta dalam acara ini mencakup:
- SDN Wonosari 1
- SDN Wonosari 2
- SDN Karangmojo 1
- SDN Karangmojo 2
- SDN Nglipar
- SDN Patuk 1
- SDN Paliyan 1
- SDN Playen 1
- SDN Semanu 1
- SDN Tepus 1
Kunjungan Bupati dan Apresiasi terhadap Karya Siswa
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, beserta jajaran pemerintah daerah, mengunjungi stan pameran untuk mengapresiasi karya batik yang dihasilkan oleh para siswa. Dalam momen tersebut, siswa dan pendamping menjelaskan mengenai motif serta proses kreatif di balik setiap karya yang dipamerkan. Mereka juga menyerahkan hasil batik sebagai bentuk penghargaan atas dukungan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya melalui program Sidomukti.
Pengembangan Pembelajaran Batik di Sekolah
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Asbani, memberikan apresiasi terhadap Dompet Dhuafa Yogyakarta yang telah berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran batik di sekolah-sekolah. Ia menekankan bahwa batik merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa yang perlu diperkenalkan dan dilestarikan melalui pendidikan, terutama di kalangan generasi muda.
Inisiatif Muatan Lokal Batik
Sejak tahun 2017, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul telah aktif mengembangkan muatan lokal batik dan kini tengah dalam tahap penyusunan buku panduan yang akan digunakan di berbagai sekolah. Asbani berharap bahwa program Sidomukti dapat memperkuat upaya ini dengan kolaborasi yang sesuai dengan kurikulum pendidikan yang ada.
Manfaat Program Sidomukti bagi Siswa dan Guru
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, menjelaskan bahwa tujuan dari program Sidomukti bukan hanya untuk memberikan manfaat bagi penerima program, tetapi juga untuk mendorong mereka mengembangkan potensi yang ada. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru mendapatkan kesempatan untuk belajar teknik membatik, menciptakan karya seni, dan lebih memahami kekayaan budaya yang dimiliki oleh lingkungan mereka.
Harapan untuk Masa Depan
Zahron berharap keterampilan yang telah diperoleh selama program ini dapat terus diterapkan oleh setiap sekolah, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam produksi karya siswa. Dengan demikian, kreativitas peserta didik dan potensi budaya lokal akan terus berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kolaborasi dalam Acara Gayeng Guyub Sidomukti
Selain menampilkan hasil kreasi batik, acara Gayeng Guyub Sidomukti juga melibatkan penerima manfaat dari program ekonomi Ashabul Kopi Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para barista yang terlatih menyajikan kopi kepada para tamu dan peserta, mempraktikkan keterampilan yang telah mereka pelajari melalui program pemberdayaan tersebut.
Pengenalan Kemampuan Penerima Manfaat
Keterlibatan Ashabul Kopi tidak hanya memberikan kesempatan bagi para penerima manfaat untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik, tetapi juga mencerminkan integrasi antara program pemberdayaan ekonomi dan upaya pelestarian budaya serta kreativitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana berbagai elemen dapat bersinergi untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Mendorong Pembelajaran Budaya di Sekolah
Kolaborasi antara Pemkab Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui acara Gayeng Guyub Sidomukti diharapkan dapat memperkuat upaya pembelajaran budaya di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mendorong siswa dan guru untuk terus mengembangkan keterampilan membatik, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di tengah generasi muda yang semakin modern.
Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya yang harus terus didorong dan dikembangkan. Dalam hal ini, semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, memiliki peran penting untuk memastikan bahwa warisan budaya seperti batik tetap hidup dan relevan di era kini dan mendatang.
➡️ Baca Juga: Volume Kendaraan Arus Mudik Meningkat di Tol Kanci-Pejagan – Tonton Videonya
➡️ Baca Juga: Optimalisasi Belanja untuk Memberikan Manfaat Signifikan bagi Masyarakat
